Sukses Kendalikan Harga! Konawe Catat Inflasi Paling Stabil se-Sultra Semester I 2026, Ini 4 Strategi Utamanya

KONAWE, EDISIINDONESIA.id — Di tengah tantangan gejolak ekonomi nasional, Kabupaten Konawe justru menunjukkan kinerja yang mengesankan. Berkat komitmen kuat dan sinergi berbagai pihak, daerah berjuluk Bumi Kalosara ini berhasil mencatatkan tingkat inflasi paling stabil dan terkendali se-Sulawesi Tenggara pada penutupan Semester I tahun 2026.

Keberhasilan ini merupakan hasil penerapan empat strategi andalan yang digagas langsung oleh Bupati H. Yusran Akbar, ST, bersama Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, SE, M.Si.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per Juni 2026, tingkat inflasi tahunan (year-on-year) Konawe tercatat sebesar 2,12 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi yang mencapai 4,68 persen, sekaligus menjadi yang terendah di antara seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

Sebagai perbandingan, Kota Baubau mencatat inflasi tertinggi di wilayah ini, yaitu sebesar 5,60 persen.

Penurunan inflasi di Konawe berlangsung secara konsisten sejak awal tahun:

Januari 2026: 3,79 persen

Februari 2026: 3,57 persen

Maret 2026: 1,81 persen

April 2026: 1,61 persen (paling rendah)

Mei 2026: 2,59 persen (naik tipis akibat dinamika pasar)

Juni 2026: 2,12 persen (kembali terkendali)

Keberhasilan ini tidak terjadi secara kebetulan. Dalam wawancara eksklusif di Unaaha, Jumat (3/7/2026), Bupati Yusran Akbar menjelaskan empat strategi utama yang menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi di daerahnya:

1. Jaga Ketersediaan Pangan dan Berikan Subsidi Transportasi

Ini menjadi langkah paling krusial. Pemerintah daerah memastikan ketersediaan bahan pokok selalu tercukupi, salah satunya dengan mengamankan siklus panen dan menjamin pasokan air irigasi bagi petani. Selain itu, diterapkan kebijakan subsidi biaya angkut untuk komoditas yang harus didatangkan dari luar daerah, seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Hasilnya terlihat nyata: sepanjang Januari–Juni 2026, kelompok bahan pokok tersebut justru memberikan andil penurunan harga atau deflasi di wilayah Konawe.

2. Pacu Roda Ekonomi Melalui UMKM dan Event Daerah

Stabilitas harga didukung pula dengan melancarkan perputaran uang di masyarakat. Pemerintah daerah menggiatkan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta rutin menggelar berbagai kegiatan dan acara berskala daerah. Langkah ini mendatangkan pengunjung, meningkatkan pendapatan warga, sekaligus mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.

3. Bangun Koordinasi Intensif dengan Semua Pihak

Pengendalian inflasi tidak bisa berjalan sendirian. Pemerintah daerah terus mempererat kerja sama dengan Bulog, pelaku usaha, Bank Indonesia, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan ekonomi. Sinergi ini membuat kebijakan yang diambil tepat sasaran dan cepat merespons perubahan kondisi pasar.

4. Wujudkan Komitmen Bersama Seluruh Elemen

Strategi terakhir adalah mengajak seluruh komponen daerah, mulai dari pimpinan wilayah hingga masyarakat umum, untuk memiliki tanggung jawab yang sama. Komitmen kolektif ini menjadi fondasi kuat agar setiap program berjalan efektif di lapangan.

Dengan hasil gemilang ini pada paruh pertama tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Konawe optimistis dapat terus menjaga stabilitas harga dan memperkuat fondasi ekonomi daerah. Keberhasilan ini membuktikan bahwa tantangan ekonomi dapat diatasi dengan strategi yang tepat, kerja sama yang baik, dan dukungan semua pihak.

Pemerintah daerah berjanji akan terus memantau kondisi pasar serta berinovasi, agar prestasi ini menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan seluruh warga Konawe.(**)

Comment