Sultra Genjot Ekonomi Kerakyatan, Desember 100 Lapak UMKM di Eks MTQ Kendari Dibuka

KENDARI, EDISIINDONESIA.id– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memacu pembangunan 100 lapak kuliner untuk UMKM di kawasan Eks MTQ Kendari. Melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang, proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2025 dan saat ini telah mencapai progres 50 persen.

Inisiatif ini merupakan program prioritas Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, sebagai wujud komitmen dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan. Dengan menyediakan ruang usaha yang layak, diharapkan UMKM dapat berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, menjelaskan bahwa seluruh titik lapak telah diplot dengan total 100 unit, terbagi rata di sisi kiri dan kanan area pembangunan.

“Konstruksi sudah berjalan 50 persen. Semua titik lapak sudah diplot, totalnya 100 unit, masing-masing 50 di kiri dan 50 di kanan. Rangka atap sudah selesai dan pemasangan atap sedang berjalan,” ujar Efendi saat ditemui di kantornya, Senin (17/11/2025).

Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp1,1 miliar dari APBD-P Sultra 2025. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga tengah menyusun regulasi pengelolaan kawasan, termasuk manajemen sampah, air, dan listrik, untuk memastikan operasional lapak berjalan tertib dan nyaman.

Pagar Diperbaiki, Keamanan Ditingkatkan

Selain pembangunan lapak, Pemprov Sultra juga melakukan perbaikan pagar dan peningkatan keamanan di area Eks MTQ. Langkah ini diambil menyusul laporan hilangnya beberapa bagian pagar akibat tindakan vandalisme.

“Pagar yang rusak akan kami perbaiki dan posko keamanan permanen akan dibangun menggantikan tenda sementara. Pengamanan akan melibatkan Satpol PP dan TNI,” imbuh Efendi.

Ikon Baru Ekonomi Kreatif Kendari

Pemprov Sultra berharap, dengan rampungnya pembangunan lapak UMKM ini, kawasan Eks MTQ dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Kota Kendari.

Selain itu, diharapkan kontribusi UMKM dalam menggerakkan perekonomian daerah semakin meningkat.

Dengan fasilitas baru ini, Eks MTQ diharapkan tidak hanya menjadi ruang publik dan pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ikon baru ekonomi kreatif dan kuliner di Sulawesi Tenggara.(**)

Comment