Gubernur Sultra Minta Bupati dan Wali Kota Pastikan 10 Ribu Bedah Rumah Tepat Sasaran

KENDARI, EDISIINDONESIA.id– Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menegaskan arahan tegas kepada seluruh Bupati dan Wali Kota di wilayahnya: pastikan ribuan unit bantuan perbaikan rumah yang dialokasikan tahun ini benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

Arahan ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Bedah Rumah/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP/KUR Perumahan) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Senin (12/10/2026).

Tahun 2026 menjadi tahun bersejarah bagi kesejahteraan perumahan di Sultra pemerintah pusat menyalurkan 10.742 unit BSPS, melonjak tajam dibandingkan tahun 2025 yang hanya 1.129 unit. Selain itu, Pemprov Sultra juga menambah anggaran Rp30 miliar melalui APBD untuk menangani 602 unit rumah di 17 kabupaten/kota.

Rumah Adalah Fondasi Kesejahteraan

Gubernur Andi Sumangerukka atau yang akrab disapa ASR menegaskan bahwa hunian yang layak adalah pintu utama menuju kesejahteraan masyarakat. Dengan jumlah rumah tidak layak huni di Sultra mencapai 114.917 unit, langkah pembenahan ini menjadi sangat mendesak.

“Kalau ingin menyelesaikan masalah kesejahteraan, maka kita harus memulai dari rumah. Maka selesaikanlah dulu rumah,” tegasnya.

Rapat ini merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada 21 September 2026, sekaligus wadah mengevaluasi kendala di lapangan. ASR meminta seluruh pihak termasuk OPD terkait, perbankan, dan pemerintah kabupaten/kota segera menindaklanjuti alokasi sesuai kesepakatan.

Khusus kepada Bank Sultra, ia meminta percepatan penyaluran dana Rp10 miliar, serta mendorong bank lainnya merealisasikan komitmen minimal 150 rumah.

Kepada para kepala daerah, ASR meminta fasilitasi penuh mulai dari penyelesaian kendala administratif, teknis, hingga persoalan status lahan. Jika ada hal di luar kewenangan daerah, wajib segera dilaporkan ke Pemprov untuk dikoordinasikan dengan pusat.

Bukan Sekadar Bangun Rumah, Tapi Gerakkan Ekonomi

Lebih dari sekadar perbaikan hunian, program ini diproyeksikan menggerakkan roda perekonomian daerah secara signifikan. Total perputaran dana dari berbagai program perumahan di Sultra diperkirakan mencapai Rp1,8 triliun.

“Dengan adanya pembangunan rumah ini, maka ini adalah lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita. Kalau pekerja memiliki penghasilan, ekonomi yang ada di daerah akan bergerak,” ujar ASR.

Hingga kini, program bedah rumah telah menyerap 21.484 tenaga kerja dan melibatkan 359 tenaga pendamping masyarakat  dampak nyata yang dirasakan langsung warga.

Capaian Positif, Tetap Dikejar Lebih Cepat

Dari verifikasi lapangan, sebanyak 12.463 unit telah diperiksa, di mana 8.980 unit (72,05%) calon penerima telah direkomendasikan, dan Surat Keputusan PPK telah diterbitkan untuk 7.814 unit. Sementara itu, penyaluran FLPP telah mencapai 5.760 unit senilai Rp717,5 miliar, dan KPP telah terealisasi Rp277,51 miliar atau 54,74% dari target.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Dr. Anggoro Putro, mengapresiasi kinerja Sultra yang masuk dalam lima besar nasional berdasarkan tingkat kelolosan data penerima. Pusat pun telah menyederhanakan persyaratan melalui Peraturan Menteri PKP Nomor 6 Tahun 2026 agar pelaksanaan makin lancar.

ASR menutup dengan harapan agar sinergi pusat, daerah, perbankan, dan pengembang terus diperkuat bukan sekadar menghasilkan kesepakatan, melainkan solusi nyata yang mengantar ribuan keluarga di Sultra memiliki hunian yang layak, aman, dan terjangkau.(**)

Comment