WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id- Seorang kontraktor di Wakatobi diduga menghindari dan memblokir nomor wartawan dari saat investigasi proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Numana, Kecamatan Wangi-wangi Selatan.
Setelah wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada kontraktor bernama. AR pesan WhatsApp hanya menunjukkan centang satu. Padahal, sebelumnya pesan tersebut terkirim dan gambar profil WhatsApp kontraktor terlihat jelas.
Situasi ini menimbulkan kecurigaan bahwa kontraktor tersebut, yang seharusnya transparan dalam penggunaan anggaran negara, justru memilih untuk memblokir komunikasi daripada memberikan penjelasan terkait proyek yang dikerjakannya.
Saat dikonfirmasi, anak kontraktor yang bertugas membelanjakan material, Y (dikenal sebagai La Bula), yang juga seorang ASN di Kantor Satpol PP Kabupaten Wakatobi, mengungkapkan bahwa proyek tersebut milik orang tuanya. Ia mengaku hanya bertugas membeli material.
“Kontraktornya bukan saya, bang. Saya hanya disuruh beli bahan, karena bapak tidak terlalu paham membaca RAB pekerjaan,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut melalui WhatsApp pribadinya, La Bula juga diduga melakukan pemblokiran karena pesan hanya menunjukkan centang satu atau tidak terkirim.
Diketahui Proyek ini dikerjakan oleh CV. Perairan Raja Ampat dan didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 melalui satuan kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wakatobi.(**)
Comment