KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akhirnya turun tangan menindaklanjuti keluhan warga terkait dugaan dampak lingkungan dari pembangunan Perumahan BTN Azalia Zaki Hills Resident di Jalan Budi Utomo Baru.
Rapat koordinasi digelar di ruang kerja Sekda Balai Kota Kendari ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan.
Pertemuan ini merupakan respons cepat atas aksi demonstrasi warga yang menuntut kejelasan dampak pembangunan perumahan tersebut terhadap drainase dan lingkungan sekitar.
“Pemkot Kendari tidak menutup mata. Aspirasi masyarakat akan kami tindak lanjuti secara terbuka dan bertanggung jawab,” tegas Amir Hasan.
Dalam rapat itu, hadir perwakilan dari Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Masing-masing instansi diminta melaporkan hasil kajian teknis terkait izin, tata ruang, dan potensi gangguan lingkungan yang muncul akibat proyek tersebut.
Amir Hasan juga menekankan perlunya audit lingkungan menyeluruh dan pengawasan ketat terhadap proses pembangunan agar tidak merusak sistem drainase dan kenyamanan warga.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Kendari membentuk tim gabungan yang melibatkan pemerintah, pengembang, dan perwakilan warga untuk turun langsung ke lapangan.
Tim ini akan melakukan verifikasi kondisi di lokasi dan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis fakta di lapangan.
“Kami ingin memastikan pembangunan tetap berjalan, tapi tanpa mengorbankan lingkungan dan ketenangan warga,” ujar Amir Hasan menegaskan.
Pemerintah juga membuka ruang dialog lanjutan dengan warga untuk memastikan solusi yang diambil bersifat adil dan berkelanjutan.
Pemkot Kendari menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan kota.(**)
Comment