Guru SMPN 2 Sampara Diduga Bully Murid Karena Berteman dengan Siswa yang Dikucilkan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Sampara berinisial NM diduga mengalami perundungan atau bullying dari guru maupun teman-teman sekelasnya.

Kasus ini mencuat setelah NM mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari guru berinisial II melalui grup WhatsApp kelas.

Guru tersebut disebut kerap melontarkan kata-kata merendahkan di hadapan siswa lain, pada Sabtu (20/9/2025) malam.

Menurut sepupu korban, Ica, kejadian ini berawal ketika NM memilih tetap menegur dan berteman dengan seorang siswa yang tidak disukai oleh sebagian besar teman-teman sekelasnya.

“Ini anak murid cewek dia dimusuhi karena permasalahan anak-anak pada umumnya. Awalnya satu orang yang tidak suka, terus itu yang tidak suka dia pergi cerita sama teman-temannya yang lain dan sama gurunya. Sehingga ini murid tidak disukai satu kelas. Tapi korban (NM) ini dia tetap tegur dan bertemankan ini murid yang tidak disuka,” ungkapnya.

Akibat sikap tersebut, NM dikucilkan teman-temannya. Ironisnya, guru yang seharusnya menjadi penengah justru diduga ikut membully dan bahkan mengompori siswa lain agar tidak menyukai NM.

Lebih jauh lagi, guru itu juga disebut melontarkan kata-kata bernada ancaman di grup WhatsApp kelas yang ditujukan kepada NM dan siswa lain yang juga dikucilkan.

“Kita lihat saja apakah bisa nyaman hidupnya kalau mereka hanya bertiga,” ujar sepupu korban saat membacakan isi chat guru II di dalam grub whatsapp kelas.

Perlakuan tersebut akhirnya diketahui orang tua korban. Pada Senin (22/9/2025), orang tua NM mendatangi sekolah untuk bertemu dengan guru II dan kepala sekolah.

Namun, menurut keluarga korban, pertemuan itu tidak menghasilkan penjelasan yang jelas. Saat ditanya alasan melakukan perundungan, guru II justru memberikan jawaban yang berbelit-belit.

Bahkan, ketika melihat NM datang bersama orang tuanya, guru tersebut langsung melontarkan pertanyaan yang mengejutkan.

“Reaksinya itu guru pas liat sepupuku datang sama mamanya langsung dia tanya kenapa datang sama mamamu, mau pindahkah ?,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Sampara hanya menyarankan agar siswa yang terlibat meminta maaf kepada NM.

“Ini gurunya lain ditanya lain dijawab, terus dia tidak minta maaf sama ini sepupuku, kepseknya dia minta damai dan hapus isinya itu grup dan paksa satu siswa yang diduga sebagai pemicu itu untuk minta maaf kepada korban,” tuturnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, guru II yang dikonfirmasi belum merespon pesan WhatsApp dari media ini.(**)

Comment