MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) Al-Hilaal Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku terpaksa dikeluarkan dari sekolah setelah orang tuanya menolak menerima bantuan beasiswa.
Penolakan dari orang tua tersebut, membuat siswa tidak bisa melanjutkan pendidikannya di SD Al-Hilaal Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, dengan alasan karena penolakan penerimaan bantuan beasiswa dengan tidak memberikan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke pihak sekolah.
Orang tua siswa, Muh. Yani Rukuwa mengaku kecewa dengan keputusan sekolah. Ia menilai sekolah tidak seharusnya memberikan keputusan untuk mengeluarkan anaknya dari Sekolah karena menolak penerimaan bantuan beasiswa.
“Saya tidak tolak pendidikan anak. Tapi yang saya menolak anak saya untuk menerima bantuan beasiswa. Harusnya ada cara lain, jangan langsung dikeluarkan anak saya dari sekolah. Alasan saya menolak bantuan beasiswa karena sebelumnya kakanya yang juga menerima bantuan beasiswa. Tapi selama sekolah hingga lulus hanya satu kali terima dana bantuan PIP tersebut, sehingga saya tidak mau terulang kembali ke adiknya yang baru naik kelas 4 SD ini,” kata Yani, saat dihubungi media, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, anaknya dikeluarkan dari sekolah hanya alasan tidak memberikan KK dan KTP orang tua siswa untuk pengurusan penerimaan bantuan beasiswa. Namun, ia tidak memberikan ke pihak sekolah karena menolak bantuan beasiswa.
“Masa lantaran saya tidak berikan KK dan KTP saya anak saya dikeluarkan dari sekolah. Seharusnya pihak sekolah bersyukur dengan kami menolak menerima bantuan beasiswa dan bisa memberikan kepada siswa yang lain, bukannya langsung mengambil keputusan mengeluarkan anak saya dari sekolah. Apa salah anak saya dan kami sebagai orang sehingga harus diberikan sanksi dikeluarkan dari sekolah,” tegasnya.
Orang tua siswa bahkan diminta untuk melaporkan pihak sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru jika tidak senang dengan tindakan pihak sekolah tersebut.
”Kami meminta dinas pendidikan Kabupaten Buru untuk segera mengusut pihak SD Al-Hilaal Bara dengan tegas. Seharunya pihak sekolah mencari solusi dulu sebelum mengambil keputusan mengeluarkan. Jangan sampai anak yang jadi korban selanjutnya,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, kepala sekolah SD tersebut tidak dapat dikonfirmasi. (**)
Comment