KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari kembali membuka layanan tes TOEFL ITP berbasis daring sepanjang Juli 2025.
Kepala UPT Bahasa UM Kendari, Dr. Maulina menyebutkan bahwa tes akan dilaksanakan lima kali dalam sebulan, yakni pada tanggal 5, 12, 15, 19, dan 26 Juli 2025.
Pelaksanaan tes ini, kata Maulina, ditujukan untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya bagi para calon pendaftar sekolah kedinasan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Ia menambahkan bahwa skor TOEFL ITP dapat diketahui segera setelah tes selesai, sehingga peserta dapat langsung mengetahui hasilnya tanpa menunggu lama.
“Siapa tahu ada adik-adik yang ingin mendaftar IPDN, tapi bingung tes TOEFL ITP di mana? Silakan ikut di UPT Bahasa UMKendari saja. Skor langsung keluar setelah tes,” ujar Maulina di Kendari, Rabu (2/7/2025).
Mengingat pendaftaran IPDN hanya berlangsung hingga 18 Juli 2025, sementara sertifikat resmi dari IIEF (Indonesia International Education Foundation) baru dapat diterbitkan dalam waktu sekitar 14 hari kerja, UPT Bahasa juga akan memberikan surat keterangan resmi bahwa peserta telah mengikuti tes TOEFL ITP, disertai dengan lampiran hasil skor sementara dalam bentuk PDF.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar peserta tetap dapat menyertakan bukti nilai saat pendaftaran, meskipun sertifikat fisik belum terbit.
Maulina berharap, dengan fasilitas ini, para calon pendaftar tidak terkendala secara administratif. Ia juga mengingatkan pentingnya belajar dengan sungguh-sungguh menjelang tes agar memperoleh skor yang maksimal.
TOEFL ITP sendiri merupakan salah satu bentuk uji kemampuan bahasa Inggris yang disusun oleh ETS (Educational Testing Service) dan diselenggarakan secara resmi melalui IIEF di Indonesia.
Meski sama-sama dikenal sebagai TOEFL, TOEFL ITP berbeda dari TOEFL iBT yang lebih umum digunakan untuk keperluan studi di luar negeri.
Perbedaan antara TOEFL ITP dan TOEFL iBT terletak pada format dan tujuan penggunaannya.
TOEFL iBT (Internet-based Test), yang kerap disebut sebagai “TOEFL biasa”, menguji empat keterampilan bahasa, yakni mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara dan digunakan secara luas sebagai syarat masuk universitas di Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara lain.
Tes ini dilakukan sepenuhnya secara daring di pusat tes resmi, dan hasilnya diakui secara internasional.
Sementara itu, TOEFL ITP hanya mengukur kemampuan dalam tiga aspek, yaitu pemahaman mendengarkan, struktur dan ekspresi tertulis, serta pemahaman bacaan.
Skor TOEFL ITP biasanya digunakan untuk keperluan internal institusi di dalam negeri, seleksi CPNS, atau program kedinasan seperti IPDN.
Meski tidak berlaku untuk studi luar negeri, TOEFL ITP tetap memiliki legitimasi kuat karena berada di bawah kendali ETS dan IIEF.
Di luar keduanya, terdapat pula tes yang disebut sebagai TOEFL Prediction atau tes ekuivalen lainnya, seperti ELPT atau TEFL.
Tes-tes ini umumnya dibuat oleh institusi pendidikan dengan model serupa TOEFL ITP, tetapi bersifat prediktif dan tidak memiliki validitas internasional.
Tes ekuivalen kerap digunakan sebagai syarat akademik internal atau kelulusan mahasiswa, namun tidak memiliki kekuatan administratif setara TOEFL ITP maupun TOEFL iBT.
Dengan biaya yang lebih terjangkau dan sistem pelaksanaan daring, TOEFL ITP di UPT Bahasa UMKendari menjadi alternatif ideal bagi mahasiswa, lulusan SMA, dan pelamar kerja yang membutuhkan skor cepat dan sah untuk keperluan dalam negeri.
Informasi lebih lanjut terkait jadwal, pendaftaran, dan teknis pelaksanaan tes dapat diakses melalui kanal resmi UPT Bahasa UM Kendari atau dengan mengunjungi langsung kampus Universitas Muhammadiyah Kendari. (**)
Comment