KOLAKA, EDISIINDONESIA.id- Ratusan warga masyarakat lingkar tambang Wolo, menggelar aksi unjuk rasa yang menegangkan di area operasional PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (14/6/2025), Kemarin
Aksi yang digalang oleh organisasi masyarakat Lingkar Tambang Wolo ini merupakan puncak protes terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan nikel oleh perusahaan tersebut.
Aksi ini bukan sekadar demonstrasi, melainkan pernyataan perang terhadap eksploitasi yang mengancam kehidupan mereka.
Warga menyuarakan lima tuntutan utama yang membara kepada manajemen PT CNI:
1. Transparansi Dana CSR: BONGKAR! Warga menuntut transparansi total atas penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), mengingat janji-janji manis perusahaan yang tak kunjung terealisasi.
2. Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal: Hentikan Monopoli! Massa aksi menuntut perusahaan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal, mengingat tingginya angka pengangguran dan ketimpangan ekonomi di wilayah sekitar tambang.
3. Pemulihan Lingkungan dan Infrastruktur: Perbaiki Kerusakan! Demonstran menuntut pertanggungjawaban atas pencemaran udara, kerusakan jalan, dan dampak lingkungan lainnya yang ditimbulkan oleh kegiatan operasional tambang. Ini bukan negosiasi, ini tuntutan!
4. Keterlibatan UMKM dan Kontraktor Lokal: Beri Kami Kesempatan! Warga menuntut agar pelaku usaha lokal diberi kesempatan dalam pengadaan barang dan jasa, guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat yang terpinggirkan.
5. Dialog Terbuka dan Setara: Jangan Lagi Tipu Kami! Masyarakat menuntut forum dialog terbuka antara warga, perusahaan, dan pemerintah daerah, guna membahas solusi bersama secara adil dan transparan. Cukup dengan janji-janji kosong!
Koordinator aksi menegaskan bahwa masyarakat bukan menolak investasi, namun menuntut keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak warga serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
“Kami mendukung investasi, tapi bukan berarti masyarakat lokal harus disingkirkan dari ruang hidupnya sendiri!” teriaknya di hadapan massa aksi yang berapi-api.
Suasana tegang menyelimuti area tambang. Pihak perusahaan maupun pemerintah daerah masih bungkam.
Akankah tuntutan warga Wolo didengar? Atau, apakah konflik ini akan semakin membesar?.(**)
Comment