KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlangsung pada 27 November 2024 menghasilkan kemenangan mutlak bagi pasangan Andi Sumangerukka-Hugua.
Berdasarkan data penghitungan suara real-time dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) per Jumat, 29 November 2024, pasangan nomor urut dua ini berhasil meraih suara mayoritas di 15 kabupaten/kota di Sultra.
Berikut rincian kabupaten/kota di mana Andi Sumangerukka-Hugua meraih persentase suara tertinggi:
Kolaka Utara 71.97%
Bombana 70.09%
Wakatobi 71.01%
Buton Utara 67.94%
Kolaka 65.29%
Buton 62.17%
Kolaka Timur 61.47%
Buton Tengah 61.19%
Baubau 57.55%
Buton Selatan 56.87%
Konawe Kepulauan 52.53%
Muna Barat 50.12%
Kendari 47.57%
Konawe Selatan 42.36%
Muna 41.98%
Kandidat lainnya dalam Pilgub Sultra, Lukman Abunawas-La Ode Ida (LA-IDA), Ruksamin-Sjafei, dan Tina Nur Alam-Ihsan, tidak mampu menandingi dominasi ASR-Hugua.
LA-IDA, yang didukung oleh partai PDI-P, hanya meraih suara mayoritas di satu kabupaten, Konawe, dengan 33.05% suara .
Ruksamin-Sjafei, kandidat nomor satu, hanya menang di Konawe Utara dengan perolehan 42.62% suara. Tina Nur Alam-Ihsan, di sisi lain, tidak berhasil meraih kemenangan di satu pun kabupaten/kota di Sultra.
Teks yang diberikan mencakup rincian penghitungan suara untuk setiap kabupaten, termasuk progres penghitungan suara dan persentase suara yang diraih oleh setiap kandidat.
Data ini memungkinkan pemahaman yang komprehensif tentang hasil Pilgub di tingkat kabupaten.
Pilgub Sultra 2024 menyaksikan kemenangan telak bagi Andi Sumangerukka-Hugua, yang meraih suara mayoritas di 15 dari 17 kabupaten/kota.
Kemenangan ini menunjukkan dukungan kuat yang mereka dapatkan di seluruh provinsi. Kandidat lainnya, meskipun meraih kemenangan di kabupaten tertentu, tidak mampu menantang dominasi pasangan pemenang.
Hasil Pilgub ini akan memiliki implikasi signifikan bagi masa depan Sultra, karena gubernur dan wakil gubernur terpilih akan diberi tugas untuk memimpin provinsi melalui babak berikutnya.
Kemenangan Andi Sumangerukka-Hugua menandai perubahan signifikan dalam lanskap politik Sultra. Masih harus dilihat bagaimana kepemimpinan mereka akan berdampak pada pembangunan, kebijakan, dan arah keseluruhan provinsi.
Hasil Pilgub juga memberikan wawasan berharga tentang preferensi politik pemilih Sultra, yang dapat digunakan untuk menginformasikan strategi dan kampanye politik di masa depan.(**)
Comment