Sekda Asrun Lio Ajak Masyarakat Sultra Jaga Kedamaian di Pilkada 2024

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Sultra, Asrun Lio membuka Dialog Kerukunan Umat Beraga Lintas Generasi dengan tema “Penguatan Peran FKUB dalam Menjaga Kerukunan Umat Beraga dan Kondusivitas Pilkada 2024”.

Sekda Asrun Lio, dalam sambutannya menyampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memegang peranan yang sangat vital, yaitu sebagai miniatur kebinekaan Indonesia dan harus mampu menjadi wadah yang mempertemukan berbagai pemuka agama untuk saling berdialog, berbagi pandangan, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat beragama.

“Penting bagi kita untuk mengingat bahwa kerukunan beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termaksud para tokoh agama, masyarakat, tokoh wanita dan tokoh pemuda di Sultra”, ujar Sekda.

Lebih lanjut, Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa hingga hari ini, tinggal 17 hari lagi menuju pelaksanaan Pilkada Serentak di Sulawesi Tenggara pada tanggal 27 November 2024.

Pilkada kali ini akan diikuti oleh 62 pasangan calon yang akan bertanding untuk memperebutkan kursi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

“Saya ingin mengingatkan kepada kita semua untuk menjaga kerukunan dan kedamaian dalam menghadapi pilkada ini. Pilkada sejatinya menjadi sarana untuk memperkuat demokrasi, bukan untuk memecah belah masyarakat”, ujarnya.

Sekretaris Daerah juga menyampaikan pesan penting menjelang Pilkada Serentak tahun 2024. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan agar pesta demokrasi tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan kebencian atau permusuhan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terprovokasi oleh hoaks. Beliau juga berharap agar para pemuka agama di Sulawesi Tenggara dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian, menenangkan umat, serta mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin dengan bijak dan penuh kasih.

“Tidak ada tempat untuk perpecahan, mari kita menjaga stabilitas, kedamaian dan ketertiban, Pemerintah Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk terus memantau situasi di masyarakat dan siap menindaklanjuti setiap laporan terkait potensi gesekan atau konflik yang mungkin muncul di lapangan,” tutup Sekda.

Turut hadir dalam acara tersebut, Forkopimda Sultra, Pimpinan Ketua KPU Sultra, Ketua Bawaslu SUltra, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Sultra, Para Pimpinan Perguruan Tinggi di Sul tra, Ketua dan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beraga (FKUB) Sultra dan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten/Kota se-Sultra. (**)

Comment