Dugaan Tindakan Arogansi dan Kekerasan Verbal, Siswa SMAN 1 Lasolo Mogok Belajar hingga Minta Kepsek Dicopot 

KONUT, EDISIINDONESIA.id – Menanggapi keluhan Masyarakat sekaligus orang tua Siswa SMAN 1 Lasolo di Kabupaten Konawe Utara (Konut), (Camat) Lasolo mengadakan rapat dengar pendapat antara orang tua siswa dan 17 Kepala Desa yang ada di Kecamatan Lasolo terkait mogok belajar di SMAN 1 Lasolo, Jum’at (2/8/2024)

Rapat tersebut diadakan setelah banyaknya orang tua siswa yang mengeluhkan anaknya yang selama 5 hari enggan masuk sekolah, sebelum Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Lasolo Anas Herson mundur dari Jabatanya. 

Camat Lasolo, Samsul didampingi Ketua Komite SMAN 1 Lasolo, Kapolsek Lasolo dan pengawas guru menyampaikan tujuan rapat dengar pendapat ini di lakukan untuk mendiskusikan langkah-langkah yang harus di lakukan agar siswa SMAN 1 Lasolo kembali masuk sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar. 

“tujuan kami mengundang orang tua siswa ini adalah setelah banyaknya keluhan dari masyarakat Kecamatan Lasolo terkait anak mereka tidak mau masuk sekolah jadi hari ini kita rapat dengar pendapat sekaligus kita diskusikan terkait langkah apa yang harus di lakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sirhan mewakili ratusan orang tua siswa menyampaikan beberapa hari yang lalu orang tua beserta siswa melakukan aksi spontan menuntut Anas Herson mundur dari jabatanya dan yang tidak saya habis pikir siswa pelajar yang tidak pernah dia ajarkan untuk demo turun langsung menyuarakan ganti Kepala Sekolah. 

“saya saksi pak pada saat aksi spontan antara orang tua dan pelajar turun kemarin Ratusan pelajar menyuarakan ganti Kepala Sekolah bahkan mereka rela untuk di keluarkan dari Sekolah ini, kami mau sekolah asal Kepala Sekolah di ganti.

Ditempat yang sama M. Yunus sebagai pemerhati Pendidikan Menambahkan maju mundurnya Sekolah tergantung Pimpinannya tidak mungkin mempertahankan 1 orang Kepala Sekolah dan mengeluarkan 28 guru.

“singkat saja pak tidak mungkin 1 orang kepala sekolah mau di pertahankan terus 28 guru ini di korbankan atau di keluarkan solusinya ganti Kepala Sekolah,” pungkasnya. (**)

Comment