Rakerda II IWAPI Sultra, Pj Gubernur: Kontribusi Wanita Diperlukan Bangun Masyarakat Maju, Adil dan Sejahtera

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Wakili Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Kepala Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sultra, LM Ali Haswandy, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD IWAPI Sultra, Senin (22/7/2024).

Rakerda II Sultra ini dihadiri Ketua Umum DPP IWAPI Pusat Ir. Nita Yudi beserta rombongan, yaitu Wakil Ketua I DPP IWAPI dan Ketua Korlap Organisasi DPP IWAPI.

Selain pengurus pusat, Rakerda II ini juga dihadiri oleh Direktur  Eksekutif KADIN Sultra dan Tina Nur Alam dan tak terkecuali pengurus DPD IWAPI Sultra serta Ketua dan pengurus DPC IWAPI Kab/Kota se-Sultra.

Tujuan pelaksanaan Rapat Kerja Daerah II ini, untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai dan merumuskan strategi serta program kerja IWAPI Sultra. Rakerda II IWAPI Sultra mengusung tema “Meningkatkan Peran IWAPI didalam Peningkatan Ekonomi Perempuan Kreatif dan UMKM yang Sejahtera untuk Indonesia Maju”

Dalam laporannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa Rakerda II ini akan menyusun rencana dan strategi yang akan menjadi peta jalan untuk IWAPI di Sulawesi Tenggara dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang dimasa depan. 

Pada acara ini juga, panitia memberikan pengharagaan bagi DPC. IWAPI. Adapun kategorinya adalah DPC IWAPI teladan dan pengusaha perempuan berprestasi. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) nomor: 021/DPD Sultra IWAPI/7/2024 tentang Penetapan DPC IWAPI Teladan tingkat Provinsi tahun 2023-2024 diberikan kepada DPC IWAPI Kab. Kolaka. 

Berdasarkan SK nomor 022/DPD Sultra IWAPI/6/2024 untuk pengusaha perempuan berprestasi diberikan kepada Ketua DPC. IWAPI Kab. Kolaka Timur, hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua I DPD IWAPI Sultra, Ibu Indra Maulana. Pemberian penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP IWAPI Pusat didampingi Ketua Umum DPD IWAPI Sultra.

Kadis Nakertrans Sultra, LM Ali Haswandy menyampaikan bahwa, wanita memiliki peran penting dalam kehidupan, tidak hanya berperan sebagai seorang Ibu dan Istri, wanita juga ikut andil dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. 

Kontribusi wanita sangat diperlukan untuk membangun masyarakat yang maju, adil dan sejahtera serta mendidik generasi penerus bangsa.

Lanjut, Indonesia emas 2045 merupakan cita-cita Indonesia untuk memperingati 100 tahun kemerdekaannya, pemerintah telah menetapkan target pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030 melalui rencana pembangunan jangka menengah nasional.

Untuk itu, peran perempuan Indonesia sebagai agen perubahan tidak dapat diabaikan dalam upaya pencapaian tujuan tersebut.

Kegiatan Rakerda IWAPI II Sultra menjadi momen penting bagi para anggota untuk mengevaluasi kinerja para anggota IWAPI dan menyusun kembali program-program kerja kedepannya, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahim bagi para anggota IWAPI se-Sultra. 

“Harapan Kita semua dengan diadakannya kegiatan Rakerda IWAPI Sultra dapat membantu daya juang dan meningkatnya kemapanan, para perempuan di Sulawesi Tenggara melalui hasil karya dan program-program kerja yang telah disusun”, paparnya.

Pemerintah Sulawesi Tenggara mengapresiasi dan mendukung IWAPI sebagai organisasi yang memiliki peran dalam membantu perempuan pengusaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis dalam peningkatan kesejahteraan perempuan dan penguasa perempuan di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan para pengurus serta dapat meningkatkan kinerja pengurus dalam mencapai tujuan organisasi.

Ketua Umum DPD IWAPI Sultra, Rinna Diazella mengatakan Rakerda ini merupakan mementum yang penting untuk mengevaluasi kinerja yang tela dicapai sekaligus merumuskan strategis program kerja kedepan. 

“Kehadiran pengurus DPD dan DPC IWAPI bersama-sama berdiskusi dan menemukan solusi terbaik berbagai tantangan,” ujarnya.

Kata dia, sebagai pengusaha wanita tentunya memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah dan nasional, sehingga iaberharap dapat memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi dan memperluas jaringan usaha. 

Ia juga menekankan pentingnya inovasi, adaptasi dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat di era digital ini sehingga teknologi memberikan peluang besar serta dituntut untuk selalu siap dalam belajar, berinovasi dan beradaptasi agar dapat terus bersaing dan berkembang.

Lanjut disampaikan bahwa tantangan yang masih melekat di perempuan pengusaha adalah teknologi digitalisasi, tahun 2016 telah melakukan kerja sama dengan Facebook serta Google dan telah roadshow ke-19 daerah di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IWAPI Pusat Nita Yudi mengatakan bahwa IWAPI telah berdiri 49 tahun yaitu pada tanggal 10 Februari 1975, tahun depan usianya mencapai setengah abad (50 tahun), sehingga IWAPI sudah berada di 34 Provinsi dan siap untuk pemekaran DPD IWAPI Papua Barat Daya. 

“Konsisten Kami dalam hal pemberdayaan ekonomi perempuan, maka kami dipercaya oleh Pemerintah sebuah organisasi yang dibentuk oleh ASEAN khusus untuk perempuan pengusahannya,” jelas Nita Yudi. (**)

Comment