KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Setelah warga Kabupaten Buton Selatan dihebohkan dengan beredarnya video cabul oknum calon legislatif (caleg) terpilih sebagai anggota DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara.
Mendapatkan tanggapan dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Tenggara (Sultra), Lukman Abunawas, saat ditemui usai jadi pembicara dalam Leader Talk ISEI Cabang Kendari, Kamis (30/5/2024).
Dalam video berdurasi delapan detik tersebut memperlihatkan oknum caleg terpilih berinisial JF sedang beradegan tak senonoh tanpa busana alias bugil sambil melakukan panggilan video atau video call sex (VCS) dengan seorang wanita yang tak jelas identitasnya.
Aksi panggilan video dengan seorang wanita via WhastApp yang diduga sempat direkam layar oleh lawan bicaranya tanpa sepengetahuan JF hingga video itu pun viral di media sosial.
Video tersebut diketahui direkam pada Agustus 2023. Namun, baru viral sejak sepekan ini.
Mantan Wakil Gubernur Sultra ini mengaku bahwa dirinya belum menerima informasi adanya video viral tersebut.
Namun, jika sosok dalam video viral itu terbukti melakukannya, maka pihaknya akan langsung mendiskualifikasi sebagai caleg terpilih.
“Kita partai yang menghargai hal-hal kemanusiaan, dan kita harus menghindari perbuatan-perbuatan yang melanggar dan bertentangan dengan agama,” singkatnya.
Untuk diketahui, JF sendiri merupakan caleg dari partai berlambang Banteng ini terpilih daerah Dapil 2 Buton Selatan yang berhasil merebut kursi DPRD dengan perolehan 949 suara.
Pasalnya, kini JF telah ditetapkan sebagai caleg terpilih oleh KPUD Buton Selatan, pada 28 Mei 2024 lalu.
Setelah ditetapkan sebagai caleg terpilih, saat ini JF tinggal menunggu tahapan selanjutnya yaitu pelantikan sebagai anggota DPRD Buton Selatan, yang akan dilantik pada Oktober 2024 mendatang.
JF merupakan korban pemerasan dari oknum tak bertanggung jawab dengan modus VCS yang meminta uang sebesar Rp5 Juta kepada JF. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi hingga videonya viral di media sosial. (**)
Comment