Ratusan PPPK Guru, Teknis dan Nakes Koltim Terima SK

KOLTIM, EDISIINDONESIA.id – Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang terdiri atas guru dan tenaga kesehatan (nakes), menerima SK dari Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Azis.

Penyerahan SK ini, dilaksanakan di Halaman Rujab Bupati Koltim Desa Matabondu, Kamis (2/4/2024) usai pelaksanaan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dipimpin Bupati Koltim.

Sejumlah pejabat hadir diupacara tersebut, antara lain, Ketua Bawaslu Koltim Abang Saputra Laliasa, Ketua TP. PKK Koltim Hartini Azis, Wakapolres Koltim Kompol Tawakkal, sejumlah pimpinan OPD.

Ratusan PPPK ini, totalnya 454, yang terdiri atas tenaga Teknis 20 orang, Guru 170 Orang, dan Kesehatan 264 orang.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Koltim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim memaparkan, jika lima tahun terakhir ini adalah waktu yang sangat mengesankan dalam perjalanan di Kemendikbudristek.

Menjadi pemimpin dari gerakan Merdeka Belajar semakin menyadarkan tentang tantangan dan kesempatan yang dimiliki untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Bukan hal yang mudah untuk mentransformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan tugas yang sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran. Pada awal perjalanan, ia menyadari bahwa membuat perubahan butuh perjuangan.

Rasa tidak nyaman lanjutnya, menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan. Kemudian, ketika langkah mulai serempak, lalu dihadapkan dengan tantangan yang tak pernah terbayangkan yakni pandemi.

Dampak yang ditimbulkan mengubah proses belajar mengajar dan cara hidup secara drastis. Pada saat yang sama, pandemi memberi kesempatan untuk mengakselerasi perubahan. Dengan bergotong royong, berjuang untuk pulih dan bangkit kembali menjadi jauh lebih kuat.

“Ombak kencang dan karang tinggi sudah dilewati bersama. Kini, kita sudah mulai merasakan perubahan terjadi di sekitar kita, digerakkan bersama-sama dengan langkah yang serempak dan serentak,” ujarnya.

Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang dibangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar. Bahkan sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas.

‘Kita sudah melihat lagi guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya. Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus,” ungkapnya.

Kata dia, semua yang telah dijalankan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua yang sudah diupayakan harus dilanjutkan sebagai perjalanan ke arah perwujudan sekolah yang di cita-citakan.

“Waktu yang bergulir membawa pada akhir masa pengabdian saya sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Namun, ini bukanlah titik akhir dari gerakan Merdeka Belajar. Dengan penuh ketulusan, saya ucapkan terima kasih banyak atas perjuangan yang Ibu dan Bapak lakukan,” ujarnya.

“Dengan penuh harapan, saya titipkan Merdeka Belajar kepada Anda semua, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari terus bergotong royong menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar,” tutup Nadim. (**)

Comment