Cegah Kepunahan Bahasa Daerah, Pemprov Gelar Kongres Internasional IV Bahasa-Bahasa Daerah Sultra

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto membuka Kongres Internasional IV Bahasa-Bahasa Daerah Sultra, Selasa (21/11/2023).

Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari, yakni 21-22 November 2023 ini akan membahas soal isu bahasa daerah di Sultra dengan tujuan akhir yakni penyusunan rencana-rencana strategis agar bahasa daerah di Bumi Anoa bisa tetap terjaga.

Kongres Internasional ini akan diisi oleh berbagai pemateri dari sejumlah pemangku kepentingan, peneliti bahasa internasional, pelaku industri, serta pelaku sastra dan kebahasaan.

Seusai membuka kegiatan, Andap menjelaskan, kongres tersebut menghadirkan 27 pemateri baik secara luring maupun daring untuk membahas soal langkah-langkah mepertahanan bahasa daerah di Bumi Anoa.

“Kegiatan ini sebagai ajang kita untuk menentukan strategi dan langkah guna mempertahankan bahasa daerah kita,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Sultra, Uniawati mengatakan, kongres internasional ini sebagai langkah konkret yang diselenggarakan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra untuk mencegah kepunahan bahasa daerah di Sultra.

“Di Sultra terdapat 9 bahasa daerah, 7 di antaranya terancam punah, hal ini segera perlu diatasi agar bahasa-bahasa tersebut tidak benar-benar punah,” katanya.

Untuk diketahui, 9 bahasa daerah di Sultra yaitu, bahasa cia-cia, culambacu, kulisusu, lasalimu-kamaru, moronene, muna, tolaki, pulo dan bahasa bajo. (**)

Comment