EDISIINDONESIA.id – Menteri BUMN Erick Thohir memiliki daya ungkit elektabilitas yang tinggi jika dipilih menjadi calon wakil presiden (cawapres). Hal itu membuat Erick Thohir menjadi faktor penting yang dapat memberi kemenangan bagi calon presiden (capres) yang akan didampingi.
“Erick Thohir ialah sosok menjadi memiliki magnet elektoral ya. Jadi, dipasangkan dengan siapa pun, dengan Prabowo atau Ganjar, elektabilitas bisa naik signifikan,” kata Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno dalam keterangannya, Minggu (10/9).
Faktor Erick Thohir miliki daya ungkit keterpilihan karena elektabilitasnya sebagai cawapres yang tinggi.
Hal itu dinilai mampu meningkatkan elektabilitas capres jika dipasangkan.
Sejumlah survei menunjukkan ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu memiliki elektabilitas yang tinggi.
Misalnya pada survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Agustus, memperlihatkan elektabilitas Erick Thohir berada di angka 15,9 persen.
Hasil yang tidak jauh berbeda juga terlihat dari survei Voxpol Center periode 24 Juli hingga 2 Agustus 2023.
Erick Thohir meraih elektabilitas tertinggi, yakni 34,3 persen.
Selain faktor tersebut, Erick Thohir juga merupakan sosok yang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kedekatan tersebut membuat eks presiden Inter Milan ini kelimpahan basis massa yang dimiliki Jokowi.
Limpahan basis massa ini turut memperkuat Erick Thohir sebagai cawapres dalam ajang Pilpres 2024 mendatang.
“Saya kira memang sudah rahasia umum kita Jokowi itu kelihatan meng-endorse, kelihatan happy, dan cukup dekat dengan Erick Thohir,” ungkap Adi. (edisi/JPNN)
Comment