EDISIINDONESIA.id – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan diselenggarakan pada 14 Februari mendatang, tetapi lembaga survei sudah sering melakukan survei para bakal calon presiden.
Berdasarkan hasil survei Ipang Wahid Stratejik (IPWS) memperlihatkan elektabilitas tiga nama yang digadang-gadang maju calon presiden (capres) di Pilpres 2024 yakni Prabowo Subianto unggul dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Elektabilitas kandidat presiden dari Partai Gerindra ini mencapai 36,9 persen, diikuti kandidat presiden dari PDI-Perjuangan Ganjar Pranowo sebesar 36,6 persen.
Sementara, kandidat presiden yang didukung Koalisi Perubahan Anies Baswedan hanya 26,5 persen.
Menurut peneliti IPWS Arifki Chaniago elektabilitas Prabowo Subianto naik berkat dukungan dari Presiden Joko Widodo.
Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi terkesan mempersepsikan Prabowo sebagai tokoh yang dinilai layak sebagai penerus.
Dukungan tersebut menjadi keuntungan bagi Prabowo mengingat Presiden Jokowi memiliki citra positif dengan kepuasan publik sebesar 80 persen.
“Sebagai Menteri Pertahanan, Pak Prabowo telah membuktikan kemampuannya dalam menangani hal-hal strategis.”
“Dukungan yang diberikan presiden kepada Prabowo berdampak besar terhadap elektabilitasnya. Jika Prabowo mampu menarik dukungan masyarakat yang senang dengan kinerja Pak Jokowi, maka peluang di pemilihan presiden 2024 sangat besar,” ucap Arifki dalam keterangannya, Kamis (20/7/2023).
Dalam surveinya IPWS turut memasukan delapan simulasi nama kandidat presiden dan kandidat wakil presiden.
Survei tersebut menyatakan Ganjar sebagai kandidat yang paling sering diberitakan oleh media dengan 51.315 pemberitaan.
Posisi kedua Prabowo Subianto dengan 41.556 pemberitaan, sementara posisi ketiga Erick Thohir dengan 32.123 pemberitaan.
Selain itu, IPWS juga menyebut Prabowo Subianto menjadi kandidat yang paling sering dibicarakan di media sosial dengan mendapatkan 363,610 mention.
Posisi kedua Anies Baswedan dengan 346,289 mention, sementara posisi ketiga ditempati Ganjar Pranowo dengan 304,972 mention dari delapan simulasi nama.
Survei digelar IPWS berbasis daring pada 26 Juni- 2 Juli 2023.
Jumlah sampel sebanyak 1.429 responden yang tersebar di 30 Provinsi di Indonesia.
Metodologi yang digunakan adalah non-probability sampling (incidental sampling) dengan margin of error lebih kurang 2.90 persen. (edisi/jpnn)
Comment