KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mem-prediksi curah hujan akan berlangsung hingga 14 Juli 2023 mendatang.
Berdasarkan pantauan edisiindonesia.id pada Kamis (13/7/3023), sekira pukul 16.00 WITA hujan masih mengguyur Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dimana curah hujan dengan intensitas tinggi atau terus menerus ini terjadi sejak Rabu (12/7/2023) kemarin.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Metereologi Maritum Kendari, Faizal Habibie mengatakan, berdasarkan pantauan radar cuaca dan citra satelit menunjukan peningkatan curah hujan sudah terjadi sejak tanggal 12 Juli 2023 kemarin.
Namun kondisi ini diprakirakan mulai terjadi penurunan curah hujan secara signifikan pada 15 Juli 2023 mendatang.
“Peningkatan curah hujan sudah terjadi dari 12 Juli dan diprediksi akan berakhir sampai tanggal 14 juli 2023, dan mulai terjadi penurunan curah hujan secara signifikan tangal 15 juli 2023,” katanya saat dikonfirmasi via Whatsapp, Kamis, (13/7/2023).
Ia menyampaikan, bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi hujan saat ini. Diantaranya faktor dari luar (regional) yang menambah suplai energi untuk pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Sulawesi Tenggara.
Seperti anomali sst di laut banda, gelombang equatorial rosby lagi aktif di wilayah Sultra, dan adanya perlambatan angin.
“Faktor tersebut menyebabkan hujannya meluas dan durasi waktu lebih dari 24 jam, sehingga hujan yang terjadi seperti sekarang,” ujarnya.
Untuk itu BMKG mengimbau kepada masyrakat agar waspada dan berhati-hati akibat peningkatan curah hujan tersebut. Terutma daerah yang pernah terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan lainnya.
“Salah satu mitigasi bencana tersebut adalah dengan mengetahui update informasi cuaca di daerahnya masing- masing,” ungkapnya.
Diketahui berikut wilayah di Sultra yang berpotensi hujan sedang yang dapat disertai guntur dan angin kencang.
Tanggal 13 Juli 2023, wilayah tersebut diantaranya Kolaka Utara, Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe, Kolaka Timur, Kolaka, Muna, Muna Barat, Buton Utara.
Tanggal 14 Juli 2023, wilayah tersebut diantaranya Kendari, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kolaka Timur, Konawe, Bombana, Kolaka Utara.
Peringatan dini tersebut dikeluarkan BMKG Stasiun Metereologi Maritim Kendari dengan prakirawan Gabriella Larasati.
Di mana ada beberapa faktor yang juga mempengaruhi konfisi cuaca tersebut yakni anomali suhu muka laut di perairan sekitar dapat meningkatkan penguapan (penambahan massa uap air).
Adanya belokan angin dan konvergensi (pertemuan atau perlambatan kecepatan angin). Serta massa udara basah lapisan rendah dan Indeks labilitas sedang hingga kuat skala lokal terkonsentrasi di sebagian wilayah Sulawesi Tenggara. (Irna)
Comment