MAKASSAR, EDISIINDONESIA.id — Pasca beredarnya berita terkait peredaran narkoba ke salah satu kampus negeri di Makassar membuat resah orang tua mahasiswa.
Beruntung, saat ini Kepolisian sudah bertindak dan melakukan pendalaman kasus.
Salah satu orang tua Mahasiswa, Ir.Muhammad Abduh Rachman mengungkapkan keresahannya dan berharap pihak Kepolisian bisa mengusut tuntas dan mencari solusi agar kejadian ini tidak terulang dan mencegah tangkal peredaran ke Kampus.
“Kami sebagai orang tua yang anaknya menempuh pendidikan di perguruan tinggi UNM sekarang ini risau dengan adanya temuan Berangkas Narkoba di dalam Kampus UNM Parang Tambung di ruangan sekretariat mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) jalan Mallengkeri Raya,”
“Seperti kita ketahui bersama bahwa penerapan dan pelaksanaan Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, sangat tergantung pada partisipasi aktif dan kuat semua pihak baik aparat keamanan, keluarga, lingkungan tempat tinggal, instansi sekolah dan perguruan tinggi dan pemerintah provinsi dan kota serta kabupaten dan ini salah satu alasan narkotika itu adalah ancaman nyata menjadi ancaman nyata bagi bangsa Indonesia, hari ini dan masa akan datang,” Ujarnya dalam surat terbuka yang dilayangkannya pada Edisiindonesia.id, Kamis (15/6).
Namun begitu, dirinya mengapresiasi operasi basmi penyalahgunaan dan peredaran Narkoba dan zat adiktif yang di lakukan oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan di salah satu perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, dan juga Kapolrestabes Makassar.
Atas perannya itu, brankas dan peredaran narkoba di kampus bisa terbongkar.
“Penangkapan pelaku kasus narkoba baru baru ini yang heboh di kampus Universitas Negeri Makassar Parang Tambung, adalah hal yang merisaukan, namun begitu pengungkapan polisi merupakan sebuah kinerja yang luar biasa dan patut mendapatkan apresiasi yang tinggi dan luar biasa. Meskipun sebelumnya bungker ditepis, namun akhirnya semua terbuka.
Untuk itu kami menyatakan aspirasi dan apresiasi yaitu:
- Mendukung sepenuhnya tindakan tegas dan keras kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dalam membasmi narkoba sampai Se akar akarnya dan tidak ada kompromi, kepada mereka para jaringan mafia dan bandit juga pengguna narkotika dan zat adiktif lainnya di Sulawesi Selatan.
- Apresiasi setinggi-tingginya kinerja Bapak Kapolda Sulsel Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso beserta seluruh jajarannya yang memberikan klarifikasi yang akurat dan terperinci di aula perintis kemerdekaan, dan tindakan tegas tanpa kompromi bahwa bukanlah bungker narkotika (bangunan kokoh yang di jadikan perlindungan ketika perang) tetapi Berangkas dengan ukuran panjang 35 cm, lebar 25 cm dan tinggi 25 cm berbentuk kotak yang didapat dan ternyata yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan kepemilikan Berangkas narkotika ini bukanlah mahasiswa Universitas Negeri Makassar, dan Juga antispasi tawuran dan begal di kampus, komitmen kita semua menjadikan kampus sebagai zero tawuran dan zero kriminalitas lainnya.
- Bahwa kami mengkaji dan analisa kejadian lapangan, dan dialog aktif kami kepada aparat keamanan bapak Kapolrestabes Makassar dan aparat hukum lainnya yang sangat intens bahwa kami menyimpulkan bahwa perkelahian (tawuran ) di berbagai PTN dan PTS sangatlah marak dan bisa jadi ini semua adalah pemicu dan pemantiknya adalah Narkoba dan zat adiktif lainnya, yang berimbas juga ke generasi muda liannnya yakni pelajar SMA dan SMP Yang sering tawuran busur dan banyaknya begal semua di tengarai salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya.
- Keberhasilan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan beserta jajarannya yang menemukan Berangkas Narkoba di perguruan tinggi dan tindakan tegas tanpa kompromi ini kita jadikan hikmah dan monumental terbaik untuk menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba di seluruh lapisan masyakarat Sulawesi Selatan dan preventif (antispasi) perang tawuran Kampus fakultas dan fakultas ataupun tawuran lainnya
Jangan sampai terjadi tawuran pemicunya adalah Narkoba. Sebagaimana halnya para begal yang marak bertindak di jalanan pemicunya terjadi karena Narkoba dan zat adiktif lainnya. - Menghimbau dan meminta kepada seluruh pemegang kebijakan pemerintah provinsi (Gubernur) , Kota (Walikota) dan Kabupaten (Bupati), juga para Rektor PTN dan PTS dan Professor serta Guru guru besar, dosen dan pendidik guru lainnya tidak tinggal diam, seharusnya ada reaksi kita atas kejadian semua ini segera merapatkan barisan dengan aparat hukum dan kepolisian untuk bergotong royong untuk memerangi jaringan pengedar dan pengedar dan pengguna narkoba serta zat adiktif di Sulawesi Selatan, dan jaringan kriminalitas Kampus yang seharusnya zero tawuran Kampus, zero kriminalitas lainnya. Bahwa dunia mahasiswa dan kampus adalah manusia manusia pilihan yang belajar secara totalitas di wilayah kampus yang beradab, dunia pendidikan dan perguruan tinggi juga wilayah kampus selayak nya menjadi percontohan menjadi suri tauladan, bukan sebaliknya.
“Jadi demikian surat terbuka ini kami buat bagian dari perjuangan kami sebagai Nawaithu (niat baik) untuk memperbaiki bangsa dan negara ini dan tidak membiarkan generasi muda kita rusak akibat kelalaian dan kecerobohan kita semua,” Pungkasnya.
Diketahui sebelumnya publik dihebohkan dengan penemuan brankas narkoba di salah satu kampus di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Tak main-main polisi menemukan sejumlah besar narkotika jenis sabu hingga 3 Kg, serta sejumlah catatan peredaran.
Pendalaman pun dilakukan hingga ditemukan bukti adanya keterhubungan mereka ke jaringan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan). (**)
Comment