MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Kapolres Pulau Buru, AKBP Nur Rahman memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional tahun 2023, di Lapangan Apel Polres Pulau Buru, Rabu (17/5/2023).
Dalam upacara tersebut, yang bertindak sebagai komandan upacara yakni, KBO Samapta Polres Pulau Buru, Ipda Martinus Nifanngilaju dan bertindak sebagai Inspektur upacara Kapolres Pulau Buru. Selain itu, bertindak sebagai perwira upacara Kasat Samapta Polres Pulau Buru, Iptu Samuel S. Sihaiya.
Turut hadir dalam kegiatan upacara yakni para Kabag Polres Pulau Buru, para Kasat Polres Pulau Buru dan para Perwira staf Polres Pulau Buru.
Amanat Kepala Kepolisian Daerah Maluku dibacakan oleh Kapolres Pulau Buru dihadapan anggota Polres Pulau Buru saat upacara tersebut.
Ia mengatakan upacara hari kesadaran nasional yang dilaksanakan ini, jangan dianggap sebagai rutinitas dan formalitas semata. Namun, perlu dihayati bahwa upacara ini adalah untuk mengukuhkan rasa persatuan, kekompakan dan kebersamaan dalam menjalin kerjasama yang baik untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas secara profesional dan proporsional selaku Insan Bhayangkara yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Pada kesempatan yang baik ini, Nur Rahman menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota jajaran Polda Maluku atas pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan selama ini, terutama pelaksanaan operasi terpusat ketupat salawaku yang berjalan bersamaan dengan operasi Mandiri kewilayahan merah putih salah waktu yang telah berakhir dilaksanakan dengan aman dan kondusif.
“Kedepan tantangan tugas yang kita hadapi semakin berat, memungkinkan kembali beberapa bentuk kejadian yang mengarah pada kontijensi yang perlu kita waspadai dan perlu kita ketahui bersama di tahun 2023 ini, masih terdapat beberapa potensi konflik sosial di beberapa daerah. Untuk itu, daerah serta seluruh anggota Polda Maluku dan jajaran untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, keseriusan dan disiplin yang tinggi. Kita semua menyadari potensi gangguan serta berbagai ancaman yang berpengaruh munculnya gangguan sebelum mendapat perhatian dan penanganan bersama,” ucapnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan ada hal penting yang harus ditindak lanjuti, yaitu pelaksanaan operasi kepolisian yang akan digelar seperti operasi Mandiri kewilayahan dan operasi terpusat Mantap Brata salah waktu di tahun 2024.
“Untuk itu, diharapkan kepada seluruh personil Polda Maluku dan jajaran harus proaktif pada setiap fungsi terkait perlu koordinasi secara optimal yang menjadi peran penting dalam menyusun kesiapan-kesiapan menjelang pelaksanaan operasi,” ungkapnya.
Nur Rahman menuturkan dalam rangka mengimplementasikan rencana strategis Polri tahun 2020-2024 yang bermuara pada pencapaian strategi kemitraan pada pelaksanaan momen-momen penting untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan Kamtibmas yang lebih mengedepankan upaya-upaya preventif dan persuasif maka peran Polmas sebagai sarana pendekatan diharapkan tetap menjalin hubungan dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh adat, guna tercapainya situasi yang aman dan kondusif perlu dioptimalkan kembali.
“Kita semua menyadari masyarakat telah memberikan rasa kepercayaan kepada pola Maluku dan jajarannya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk menjaga keamanan yang diwujudkan dalam bentuk dukungan moril maupun partisipasinya, sehingga terselenggaranya dinamika masyarakat di Maluku, maka kepercayaan ini harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan tugas yang baik,” jelasnya.
Ia menegaskan sebelum mengakhiri amanat ini ada beberapa penekanan yang perlu dipedomani oleh para kasatker dan kasatwil serta seluruh anggota Polda Maluku, yaitu :
1) Tingkatkan disiplin dan etos kerja serta laksanakan tugas dengan baik karena itu merupakan ibadah kita kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2) Tingkatkan giat pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat untuk mencegah gangguan Kamtibmas menonjol;
3) Tingkatkan hubungan sinergitas TNI POLRI dan instansi terkait dalam menyelesaikan setiap permasalahan di masyarakat;
4) Tingkatkan hubungan kerja yang harmonis dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, serta elemen masyarakat lainnya;
5) hindari tindakan yang arogan dan menyakiti hati rakyat yang dapat menyulitkan diri pribadi maupun Institusi POLRI.
“Demikian amanat saya semoga Tuhan Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan bimbingan dan petunjuk kepada kita sekalian dalam melanjutkan tugas pengabdian kepada masyarakat Bangsa dan Negara,” tutupnya. (**)
Comment