EDISIINDONESIA.id – Perang berkecamuk di Sudan. Saat ini masih ada 1.209 warga negara Indonesia atau WNI yang masih terjebak di Sudan. Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono mengirim pasukan ke Sudan untuk mengevakuasi WNI.
Saat ini, 291 dari 1.209 WNI yang masih ada di Sudan akan dievakuasi secara darurat. Mereka akan diterbangkan ke Jeddah, Arab Saudi menggunakan pesawat milik TNI AU.
“Ada kurang lebih 291 yang sudah stand by di Port Sudan. Dan ini dari Kemlu (Kementerian Luar Negeri) diutamakan yang tadi, ada ibu hamil, ada yang sakit juga, ada orang tua dan anak-anak,” ujar Yudo saat memberangkatkan 39 prajurit ke Sudan di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (24/4).
Yudo menyampaikan, WNI yang telah dievakuasi akan ditempatkan terlebih dahulu di Jeddah. Mereka akan menunggu jadwal untuk dipulangkan ke Jakarta menggunakan penerbangan komersil.
“Mungkin nanti akan kita dahulukan itu. Makanya nanti ada tim 39 orang nanti yang akan memisahkan mereka untuk mana yang lebih dulu. Tentunya hanya perjalanan 45 menit, sehari bisa selesai kalau situasinya aman tentunya, situasinya mendukung,” imbuhnya.
Mantan KSAL itu mengungkapkan, kapasitas pesawat TNI AU mampu mengangkut 100 orang. Apabila jumlah WNI 291 orang, maka bisa dilakukan 3 kali penerbangan. Sehingga bisa selesai dalam sehari, mengingat waktu tempuh perjalanan dari Sudan ke Jeddah hanya 45 menit.
Adapun 39 prajurit yang diberangkatkan terdiri dari dokter, Badan Intelijen Strategis (BAIS) hingga Kopasgat (Komando Pasukan Gerak Cepat). Para prajurit ditugaskan mengutamakan keselamatan WNI.
“Jadikan keamanan dan keselamatan terbang dan kerja sebagai prioritas utama saya minta kalian selalu fokus pada misi dan patuhi semua prosedur dan ketentuan yang berlaku, Identifikasi semua resiko yang kemungkinan akan muncul dan laksanakan langkah mitigasi yang komprehensif,” pungkasnya. (Edisi/Jawapos)
Comment