KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Stunting di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini berada diangka 19,5 persen dibawah rata-rata nasional dan mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2022 lalu, yakni diangka 24 persen.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari, Jahuddin.
Namun kata dia Pemkot Kendari tidak boleh berpuas diri dengan angka tersebut.
“Secara terus menerus kita maksimalkan ikhtiar kita untuk menuju kepada angka 14 persen di tahun 2024 mendatang,” katanya, Kamis (13/4/2023).
Ia menyampaikan, untuk jumlah stunting saat ini, berdasarkan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) di Kota Kendari sebanyak 365 anak.
“Tentunya 365 ini secara terus menerus dilakukan pendampingan oleh tim pendamping keluarga yang ada di kelurahan-kelurahan, termasuk gerakan orang tua asuh yang telah dibentuk oleh Pemkot Kendari untuk memberikan advokasi, edukasi secara terus menerus,” ungkapnya.
Untuk jumlah stunting terbanyak di Kota Kendari sendiri berada di Kelurahan Punggaloba dengan 25 kasus stunting. Sehingga ia berharap dengan adanya gerakan orang tua asuh bisa sesegera mungkin menekan angka stunting di Kota Kendari. (**)
Comment