Pakai Nomor Antrian Pembelian Beras di Bulog Raha Janggal

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Pelayanan pembelian beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Raha terkesan ada kejanggalan. Pasalnya, sistem tersebut justru hanya dapat mengakomodir orang tertentu saja.

Seperti yang dikeluhkan oleh salah seorang warga yang ingin melakukan pembelian namun tidak dilayani, karena alasan tidak memiliki nomor antrian.

“Saya dari wilayah Kabawo. Kebetulan ke Raha ada urusan. Saya pikir kebetulan lagi di Raha, maka sekaligus ingin beli beras di Bulog, tapi malah tidak dilayani dengan alasan, tidak ada nomor antrian, dan dipersilahkan untuk hadir kembali besok pagi mengambil dulu nomor antrian. Sejak kapan ini diberlakukan,” kesal warga tersebut yang tidak mau identitasnya dipublish, ketika menghubungi Edisiindonesia.id, Selasa (7/2/2023).

Menurutnya, stok beras di gudang masih terlihat banyak. Hanya saja, petugas kekeuh tidak melayani sepanjang tidak memegang nomor antrian.

“Sistem nomor antrian itu patut kita duga hanya menguntungkan orang tertentu saja. Selama ini tidak pake nomor antrian segala, nanti juga sekarang ini. Apalagi tempat tinggal saya cukup jauh.” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Raha yang kembali dicecar pertanyaan soal penggunaan nomor antrian tersebut irit bekomentar.

“Nomer antrian tidak ada patokan, nomer antrian digunakan untuk menertibkan kerumunan agar warga tidak berdesak-desakan, sama halnya pelayanan kas di bank,” ungkap Kepala Bulog Raha, Ritno, Kamis (9/2/2023).

Ketika kembali dipertanyakan sistem nomor antrian pelayanan kas bank dan pelayanan di Bulog Raha yang nyatanya berbeda. Dimana, pelayanan di bank ketika tidak memiliki nomor antrian tetap nasabah dilayani sepanjang masih jam pelayanan, sementara di Bulog Raha notabenenya stok beras aman. Namun, bagi yang tidak punya nomor antrian tidak dilayani dan disuruh kembali keesokan harinya, Ritno tidak bisa memberikan jawaban.

“Kami kira ini sudah cukup pak penjelasannya ya pak.” singkatnya melalui pesan whatsapp. (**)

Comment