MUNA, EDISIINDONESIA.id – Pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mencapai kurang lebih 55 persen hingga 1 Desember 2022.
Ketua panitia DAK SD, La Afi menerangkan progres pembangunan sejumlah item yang bersumber dari DAK tersebut baru mencapai kurang lebih 55 persen disebabkan keterlambatan proses pencairan anggaran tahap II.
“Alhamdulillah tidak ada kendala teknis diluar dari keterlambatan cair nya anggaran tahap II. Baru cair sekitar tiga minggu lalu. Sekarang setiap panitia dimasing-masing satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) penerima DAK, masih terus fokus melaksanakan proses pengerjaan,” ungkapnya, Kamis (1/12/2022).
Menurutnya, ada sejumlah sekolah yang telah menyelesaikan pekerjaan, ada pula yang telah mencapai 65 persen, namun ketika diakumulasi secara keseluruhan presentasinya kurang lebih 55 persen.
La Afi yang juga Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana SD Dikbud Muna ini menyebut sekolah dasar penerima DAK fisik tahun ini berjumlah 22 dengan 38 kontrak, jumlah anggaran kurang lebih sebesar Rp 5 Miliar.
“Tidak ada rehab. Rata pembangunan baru berupa ruang dewan guru, perumahan guru, laboratorium komputer, perpustakaan, jamban dan UKS,” ujarnya.
Kini deadline pengerjaan yang tinggal sembilan hari lagi, pihaknya menekankan kepada komite sekolah termasuk para panitia di sekolah masing-masing agar fokus menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Insya Allah optimis pekerjaan rampung sesuai waktu. Saya juga beberapa kali sampaikan ke komite sekolah agar setiap item kegiatan jangan dibiarkan kosong. Misalnya, jangan semua tukang hanya terpusat pada plafon, tapi bagi kasih menyebar di item-item lain, sehingga jalannya pekerjaan saling beriringan, bisa cepat kelar, namun tetap kualitas kedepankan,” pungkasnya. (**)
Comment