MUBAR, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) dan Kodim 1416/Muna bekerjasama menekan inflasi daerah dengan melakukan pengecekan tanaman cabe, padi dan ayam petelur.
Hal tersebut, dilakukan setelah zoom meeting inflasi secara nasional yang dipimpin oleh Kemendagri Tito Karnavian, yang turut hadir kegiatan zoom sikon ketahanan pangan dan panglima TNI serta Kepolisian, Senin (24/10/2022).
Setelah melakukan zoom meeting, Penjabat Bupati Mubar, Bahri bersama Kepala Staf Kodim 1416/Muna, Destamar J langsung terjun lapangan guna melihat dan mengecek tanaman padi, cabe dan ayam petelur.
Bahri mengatakan hal ini menindaklanjuti penyampaian dari Kemendagri bahwa terdapat kenaikan inflasi, kenaikan saat ini kurang lebih 1,7 kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, salah satu penyebabnya adalah beras dan terlur ayam.
“Maka menindaklanjuti kita liat kondisi faktualnya di Mubar saat ini ternyata sama yang naik adalah telur dan beras dan cabe. Kita lihat ekosistemnya telur ternyata kita harus tau siapa produsernya distributornya siapa pengecernya. Olehnya itu, kita bicara infalasi daerah kita harus melakukan tiga hal yakni memastikan harga terjangkau oleh masyarakat stok itu aman,dan stok dilapangan tidak langkah,” kata Bahri.
Bahri menyatakan mengecek telur bagaimana pasokan distribusinya, ternyata telur untuk Kecamatan Kusambi dapat ditutupi dengan peternak yang ada. Ternyata Mubar ada telur yang sifatnya dari pengusaha lokal pengusaha mandiri dan pengusaha milenial yang bisa menutupi kebutuhan daerah.
“Saya pingin tahu berapa biaya produksinya untuk 1000 ayam petelur dengan kandangnya kira-kira butuh modal berapa. Maka kita perlu survei ini menemui pihak peternak karena peternak real dia melaksanakan ini, dari situ nanti kita akan kasih bantuan sosial dalam konteks perlindungan sosial kepada masyarakat mungkin masyarakat kelompok-kelompok kita serahkan bantuan pembuatan ayam petelur yang anggaranya dari APBD,” ucap Bahri.
Orang nomor satu di Mubar ini menambahkan pemerintah daerah sudah dianggarkan 11,5 persen, sementara kebayangkan daerah lain 2 persen. Tetapi untuk Mubar 11,5 persen yang dianggarkan melebih yang lain, karena semangat dalam konteks menangani inflasi ini atas kerjasama dengan pihak TNI, Kepolisian, desa dan masyarakat, para camat untuk melakukan penanganan inflasi daerah.
“Alhamdulillah untuk stok saat ini aman. Maka hari ini kita bersama Kodim 1416/Muna. Selain itu, perintah dari Panglima untuk menyiapkan kebun-kebun cabe. Melihat kondisi geografis kita dan potensi pertanian kita adalah cabe, sehingga pihak TNI sudah membangun kebun sudah mengelola dan sudah di jonder dan kita menyerahkan bibit dan bantuan ansiltan dan bantuan jonder pihak TNI mengelola bekerjasama dengan desa,” terangnya.
“Karena penanganan inflasi tidak bisa kerja sendiri, harus bekerjasama TNI membantu masyarakat beserta Pemda dan kepala desa akan tetapi hasilnya dinikmati juga masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1416/Muna, Destamar K menambahkan setelah melakukan zoom meeting dari Kemendagri berama Panglima pada dasarnya dari pihak TNI siap apa yang direncanakan oleh pemerintah daerah bersama Kapolres Muna mendukung.
“Kami siap membantu untuk meningkatkan ekonomi mengatasi inflasi yang telah disampaikan oleh Mendagri Tito Karnavian,” pungkasnya. (**)
Comment