EDISIINDONESIA.id- Salah satu stadion yang bakal menjadi venue Piala Dunia 2022 Qatar yakni Stadion Lusail Iconic menjadi yang terbesar dengan 80.000 penonton.
Sebelumnya, Qatar sendiri terpilih sebagai tuan rumah sejak 2010 silam, sejak penunjukkan itu, Qatar selaku tuan rumah.
Hal tersebut membuat negara timur tengah itu mengebut pengerjaan infrastruktur, Stadion Lusail Iconic menjadi salah satu dari 8 stadion yang digunakan untuk Piala Dunia 2022.
Pembangunan stadion ini dimulai pada 11 April 2017 dan selesai April 2021 kemudian resmi dibuka pada 23 November 2021 dan akan digunakan pada Piala Dunia berlangsung pada 21 November sampai 18 Desember 2022 mendatang.
Seperti namanya, Lusail adalah kota terencana di Qatar, yang terletak di pantai, di bagian utara kotamadya Al Daayen, Lusail terletak sekitar 23 km di utara pusat kota Doha.
Bentuk dari stadion ini mengusung desain dekoratif yang membentuk mangkuk atau bejana khas Arab di mana atapnya bisa melindungi penonton dan pemain dari debu maupun angin.
Dan Lusail Iconic Stadium mendapat predikat stadion bintang lima dari Global Sustainability Assessment System (GSAS) karena kecanggihannya. Dengan desain stadion tampak unik dirancang cukup tinggi di Lusail.
Model stadion ini menyerupai dekorasi klasik memiliki eksterior stadion terbuat dari lapisan emas, dirancang sebagai representasi dunia Arab, didesain oleh firma arsitek Foster+Partners asal Inggris.
Dilengkapi dengan fasilitas mewah terdapat sistem pencahayaan canggih dan unik yang meniru cahaya lentera dan teknologi lift canggih, ada pula jalur khusus yang menghubungkan stadion langsung menuju pusat kota Doha dan Bandara Internasional Hamad.
Stadion ini juga peduli dengan lingkungan, memanfaatkan air limbah yang diolah untuk pengairan tanaman di sekitar stadion. Ketika usai Piala Dunia, bangunan ini akan dijadikan sekolah, fasilitas olahraga, klinik kesehatan, toko, dan kafe.
Rencananya, kapasitas Lusail Stadium akan dipangkas cukup banyak setelah Piala Dunia 2022 berakhir.
Kursi di stadion ini akan disumbangkan ke negara-negara yang membutuhkan infrastruktur olahraga.
Pembangunan Stadion Lusail berfokus pada keberlanjutan, berkonsentrasi pada kebutuhan manusia dan pelestarian lingkungan, menjadikan kota di mana 200.000 orang hidup selaras dengan lingkungan dan menikmati warisan stadion spektakuler.
Oleh karenanya, sistem transportasi di sekitar Lusail Stadium dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan pengunjung, disediakan jalur trem khusus yang dibuat supaya pengunjung bisa berpergian ke tempat-tempat penting di Lusail dan daerah sekitarnya.
Stadion Lusail merupakan stadion yang sangat megah, di Stadion Lusail Iconic akan menggelar beberapa pertandingan, dari fase grup hingga babak final.(edisi/fajar)
Comment