EDISIINDONESIA.id – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat.
Kedua pemimpin itu bertemu dan melakukan diskusi mendalam mengenai berbagai persoalan bangsa selama kurang lebih dua jam.
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan dalam diskusi mendalam antara Bu Mega dan Pak Jokowi itu dibahas soal langkah-langkah penting menghadapi krisis ekonomi dunia, dan pangan.
Menurut Hasto, Bu Mega memang sangat menaruh perhatian terhadap krisis ekonomi dan pangan. Dalam pertemuan itu, katanya, Bu Mega membagi pengalaman lengkap dalam menuntaskan krisis multidimensional.
Saat Bu Mega menjabat Presiden Kelima RI, ujar Hasto, seluruh jajaran Kabinet Gotong Royong benar-benar fokus dan terpimpin, sehingga pada 2004 Indonesia bisa keluar dari krisis. Lalu bagaimana respons Pak Jokowi?
“Pak Jokowi pun menegaskan keseriusan pemerintah, termasuk bagaimana para menteri harus fokus menangani berbagai tantangan perekonomian, krisis pangan-energi, dan tekanan internasional akibat pertarungan geopolitik,” katanya, di Jakarta, Sabtu (8/10/2022).
Tidak hanya soal krisis ekonomi dan pangan, Hasto mengakui bahwa pertemuan kedua pemimpin itu juga membahas soal politik, termasuk Pemilihan Umum atau Pemilu 2024.
“Hal-hal terkait agenda Pemilu 2024 juga tidak luput dari pembahasan agar Pemilu 2024 benar-benar menjadi momentum kebangkitan Indonesia raya dan sekaligus ada kesinambungan kepemimpinan sejak Bung Karno, Bu Mega, Pak Jokowi hingga kepemimpinan nasional ke depan,” ungkap Hasto.
Lebih lanjut Hasto menuturkan bahwa dalam sebuah kebiasaan pemimpin yang benar-benar berjuang demi masa depan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia, perlu suatu tradisi menyepi dan berkontemplasi.
Menurut Hasto, hal itu guna membahas secara jernih terhadap arah masa depan bangsa dan negara. Hal itulah yang secara periodik dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi.
Politikus asal Yogyakarta itu menambahkan dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, Bu Mega juga menyiapkan secara khusus makanan tradisional untuk Presiden Jokowi, seperti jagung, kacang Bogor, pisang rebus, talas, dan juga nasi uduk.
“Dari makanan untuk menjamu Presiden Jokowi sendiri, penuh dengan semangat kerakyatan,” ungkap doktor ilmu pertahanan jebolan Universitas Pertahanan (Unhan) itu.
Hasto menuturkan Bu Mega sejak Maret 2020 telah menginstruksikan kader PDIP di seluruh Indonesia menanam 10 tanaman pendamping beras, seperti pisang, jagung, talas, kacang-kacangan, ketela, sukun, sorgum, porang, dan lain-lain.
“Apa yang dicanangkan Bu Mega sejak 2,5 tahun lalu kini terbukti, dunia menghadapi krisis pangan. Karena itulah, Bu Mega menghidangkan makanan pendamping beras secara khusus ke Pak Jokowi agar Indonesia benar-benar berdaulat di bidang pangan,” ungkap Hasto. (edisi/jpnn)
Comment