Jika Pabrik Tapioka Dibangun, ARS: Bahri Bupati Terbaik di Mubar

MUBAR, EDISIINDONESIA.id – Penjabat Bupati Muna Barat (Mubar), Bahri yang tengah merencanakan kerjasama dengan pihak ketiga dalam membangun pabrik tepung tapioka, mendapat banyak apresiasi dari masyarakat.

Salah satunya, lahir dari kalangan pemuda Muna Barat yakni Abdul Rajab Sabarudin (ARS). Sebab, PT Mubar Agro Sejahtera rencananya akan membangun pabrik tersebut, di Desa Kampani, Kecamatan Wadaga, Mubar.

“Jelas jika ini berhasil akan sangat membantu peningkatan ekonomi masyarakat petani melalui pertanian singkong,” kata ARS, Kamis (22/9/2022).

Abdul Rajab, yang juga sebagai advokat mengatakan, kehadiran pabrik ini jelas akan membantu dalam meningkatkan pendapatan perkapita petani. Taksiran Rajab, rata-rata pendapatan petani di Muna Barat kurang dari Rp 10 juta per tahun. Namun, dengan kehadiran pabrik tepung tapioka ada kemungkinan rata-rata pendapatan perkapita akan sampai pada Rp 40 juta per tahun.

“Saya pribadi, seorang yang selalu melihat Muna Barat dalam optimisme. Selalu berhayal tentang kemerdekaan finansial masyarakat, khususnya para petani. Tapi apa daya, selama ini pemerintahan tidak berpihak pada keinginan tersebut dan kemungkinan harap itu akan lahir di era Dr Bahri,” ungkap Abdul Rajab.

Founder Avocation House ini juga menyebut Dr Bahri sebagai Bupati terbaik selama usia Muna Barat, bilamana mana program-program kerja dapat diwujudkan. Tentu karena manfaat sosial masyarakat dari sederet kebijakan yang dikeluarkan.

“Bupati dengan segudang ide dalam menyelesaikan persoalan sosial masyarakat. Sejatinya, pemimpin seperti ini yang kita cari dalam kehidupan demokrasi. Kita beruntung dipimpin Dr Bahri,” tegasnya.

Meski sebagai advokat, Rajab juga terlibat aktif dalam persoalan petani di Muna Barat, khususnya warga desa tempat tinggalnya. Berani menghabiskan sejumlah uang pribadi untuk beberapa riset di bidang pertanian dan produk makanan dari hasil pertanian lokal.

“Saya juga selalu berpikir untuk kebaikan petani. Sejumlah kebun petani saya jadikan kebun riset, untuk mendapatkan hasil pertanian yang baik. Bahkan, saya membuat sejumlah produk makanan dari hasil pertanian lokal agar masyarakat mendapatkan nilai ekonomi lebih. Makanya, melihat program-program Bahri saya sangat senang,” pungkasnya. (**)

Comment