Walikota Kendari Sebut Pembangunan Pabrik Baterai Bisa Masuk Proyek Strategis Nasional

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Proyek pembangunan industri pabrik baterai di kawasan Kecamatan Abeli Kota Kendari, saat ini tengah dalam tahap pengurusan perizinan. Rencananya tahun ini baru akan dimulai pembangunannya.

Pemerintah Kota Kendari saat ini masih menunggu perizinan rencana pembangunan pabrik baterai yang akan dibangun di lahan seluas 1.700 hektare tersebut.

“Kemarin kita sudah cek hanya saja memang harus memenuhi beberapa persyaratan administratif lagi yang sementara diurus di Kementerian Pusat,”ucap Wali Kota Kendari Sulkarnain saaat ditemui belum lama ini.

Dirinya mengupayakan pembangunan pabrik baterai bisa masuk dalam proyek strategis nasional yang sementara di ajukan ke pemerintah pusat.

“Kalau nanti bisa masuk dalam proyek strategis nasional maka akan banyak insentif yang diberikan , dan itu sementara kita upayakan,”jelasnya.

lanjutnya, terkait dengan lokasinya menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Kota Kendari dan itu sudah diselesaikan, yang akan dibangun di Kawasan Abeli.

“Kami kawal terus supaya masyarakat disekitar situ mendapatkan haknya secara maksimal bukan ganti rugi tapi ganti untung,”ujarnya.

Sulkarnain juga menegaskan, nantinya tenaga kerjanya didominasi oleh masyarakat Kota Kendari dan sekitarnya supaya kita tidak jadi penonton.

Industri tersebut akan mengolah nikel dari kawasan pertambangan di Morosi, untuk dijadikan baterai yang nantinya digunakan sebagai sumber energi mobil dan motor listrik.

Seperti diketahui PT Kendari Kawasan Industri Terpadu telah menjalin kerjasama bersama PT China Construction Yangtze River Indonesia untuk rencana pembangunan industri baterai. (edisi/rs)

Comment