Identifikasi Adanya Dugaan Pelecehan Seksual dan Pungli, MPM UHO Bentuk Tim Advokasi

Ketua MPM UHO, Abdul Gafar (kiri). (Foto: dok. Istimewa)

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Halu Oleo atau MPM UHO, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) angkat bicara terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Prof B terhadap seorang mahasiswinya.

Ketua MPM UHO, Abdul Gafar menyebut pihaknya menduga dugaan pelecehan seksual yang terjadi tersebut bukan satu-satunya korban.

“Kami menduga masih ada korban lain pelecehan seksual yang dilakukan terhadap mahasiswa,” ujarnya, Selasa (26/7/2022).

Pihaknya pun akan membetuk tim advokasi guna mengidentifikasi kemungkinan adanya mahasiswa yang menjadi korban pelecehan seksual.

Selain itu MPM UHO juga turut mendukung pernyataan Rektor UHO Prof. Muhammad Zamrun untuk menuntut tuntas persoalan pungli kepada mahasiswa.

“Kami sangat sepakat dan mendukung penuh pembasmian pungli yg di lakukan di intansi UHO” tutur Gafar.

Ferdiansyah selaku wakil ketua MPM UHO menambahkan pungli merupakan bagian dari korupsi yang tidak bisa dibiarkan mengalir begitu saja di tubuh Universitas Halu Oleo.

“Pungli yang ada di UHO harus diberntas sampe akar akarnya. Dan Kami akan menyediakan wadah bagi mahasiswa yang menjadi korban pelecahan dan pungli di UHO,” sambungnya

“Untuk itu kami menyampaikan kepada seluruh mahasiswa UHO ketika ada indikasi pungli dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkup UHO agar kemudian segera melaporkan persoalan tersebut,” pungkasnya. (**)

Comment