KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Pasar murah minyak goreng untuk stabilitas ekonomi yang digelar di halaman Kantor Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kanwil Sulawesi Tenggara (Sultra), terpaksa harus dihentikan karena membludaknya warga yang berebut untuk mendapatkan minyak, pada Jumat (4/3/2022).
Kaperum Bulog Kanwil Sultra, Siti Mardati Saing mengatakan dengan alasan Protokol Kesehatan (Prokes) panitia terpaksa mengentikan pembagian minyak goreng karena warga saling dorong dan berdesakan padahal proses pembagian batu berlangsung kurang lebih satu jam, dari pukul 08.00 hingga 09.00 WITA.
“Antusias masyarakat cukup tinggi namun masyarakat tidak tertib jadi kami tutup,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, pasar murah yang dihentikan tersebut, rencananya akan dilanjutkan setelah dilakukan evaluasi mengingat besarnya antusiasme masyarakat ditengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Kota Kendari.
“Stok masih ada tapi untuk penyaluran berikutnya kami akan kordinasi dulu dengan aparat terkait pemberlakuan Prokesnya,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, seorang warga, Leni (42) mengaku kecewa dikarenakan dirinya merupakan seseorang yang mendapat kupon dan telah lama menunggu.
“Ada kupon dari kemarin kami dikasi, pas kami sampai di sini habis, kecewa ya iyalah,” cetusnya.
Untuk diketahui, selama dua hari pembagian minyak goreng seharga Rp12 ribu perliternya telah tersalurkan sebanyak 5.500 liter atau pcs, di hari pertama 5.000 pcs dan di hari ke dua sebanyak 500 pcs. (**)
Comment