KONAWE, EDISIINDONESIA.id— Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, resmi melantik 61 pejabat pengawas dan administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Konawe. Pelantikan berlangsung di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Konawe, Jumat (4/9/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah Ferdinand Sapan serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dari 61 pejabat yang dilantik, enam di antaranya menjabat sebagai Camat, yakni Camat Uepai, Konawe, Routa, Tongauna Utara, Pondidaha, dan Amonggedo. Tiga nama lainnya adalah Lurah Parauna, Tawangan, dan Puosu.
Dalam sambutannya, Syamsul menyampaikan seluruh penunjukan telah melalui mekanisme dan peraturan yang berlaku, termasuk uji kompetensi ASN serta pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pelantikan ini sudah melalui mekanisme dan regulasi yang berlaku. Para pejabat yang dilantik telah mengikuti tahapan yang dipersyaratkan, termasuk uji kompetensi dan proses pertimbangan teknis dari BKN,” tegas Syamsul.
Ia menegaskan bahwa jabatan yang diberikan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah untuk menjalankan pemerintahan dan melayani masyarakat sebaik-baiknya.
“Jabatan yang dilantik hari ini adalah amanah dan kepercayaan untuk menjalankan roda pemerintahan serta melayani masyarakat. Amanah tersebut harus dibalas dengan kinerja nyata, bukan dengan laporan ‘Asal Bapak Senang’ atau ABS,” ujarnya dengan tegas.
Di bawah visi pemerintahan “Konawe Bersahaja Membangun Desa, Menata Kota”, Syamsul menuntut seluruh ASN bekerja secara nyata, terukur, transparan, dan akuntabel. Ia meminta pejabat baru tidak bekerja setengah hati, melainkan membangun kedekatan langsung dengan masyarakat guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Di era Konawe Bersahaja, yang dihargai adalah kerja nyata, terukur, transparan, akuntabel, inovatif, serta kedekatan dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan,” tambahnya.
Syamsul juga mendorong ASN terus berinovasi sesuai bidang tugasnya. Keberadaan pemerintah harus mampu memberi solusi atas kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas. Khusus pejabat administrator, ia berpesan agar tidak hanya mengurus urusan administrasi, tetapi juga membangun tim kerja yang solid, menegakkan disiplin secara adil, serta menjadi teladan bagi bawahannya.
“Bangun tim yang solid, tegakkan disiplin secara adil, dan jadilah teladan. Tingkatkan kompetensi, perluas wawasan, serta jadilah sumber inspirasi di lingkungan kerja,” imbuhnya.
Syamsul menegaskan kinerja akan menjadi landasan utama pengelolaan birokrasi selama masa kepemimpinan Bupati Yusran Akbar dan dirinya. Pemerintah daerah akan memberi ruang dan kepercayaan luas bagi ASN yang berprestasi dan bekerja sungguh-sungguh. Sebaliknya, ASN yang mengabaikan tanggung jawab akan dievaluasi secara objektif.
“Penilaian kinerja dilakukan secara berkala — tiga bulan, enam bulan, hingga satu tahun. Jika hasil evaluasi tidak memenuhi standar, akan dilakukan penyesuaian, termasuk penempatan pejabat yang lebih kompeten pada jabatan tersebut,” tegasnya.
Terakhir, Syamsul berharap seluruh pejabat baru dapat mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi, serta mengutamakan kepentingan masyarakat demi terwujudnya visi dan misi Konawe Bersahaja.
“Saya berharap saudara-saudara bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab. Jauhkan ego dan kepentingan pribadi demi mewujudkan visi dan misi Konawe Bersahaja,” pungkasnya.(**)
Comment