EDISIINDONESIA.id– Berbagai isu dan narasi negatif yang belakangan diarahkan kepada mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, dinilai sejumlah pihak tidak terlepas dari rekam jejaknya dalam mengungkap berbagai kasus korupsi besar di Indonesia.
Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan penemuan aset yang ramai diperbincangkan di ruang publik. Menurut sejumlah pengamat, narasi tersebut diduga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bagian dari strategi corruptor fights back atau serangan balik terhadap aparat penegak hukum.
Pengamat hukum pidana, Kamilov Sagala, menilai fenomena tersebut merupakan pola yang kerap muncul ketika lembaga penegak hukum sedang menunjukkan kinerja yang kuat dalam pemberantasan korupsi.
“Selama dipimpin figur-figur tegas seperti Febrie di bidang tindak pidana khusus, Kejaksaan Agung berhasil mengungkap sejumlah kasus korupsi besar dan menyelamatkan keuangan negara dalam jumlah yang sangat besar. Ketika muncul narasi yang menyerang figur sentral seperti Febrie, hal itu patut dicermati karena dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menghambat agresivitas Kejaksaan,” ujar Kamilov dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, berbagai keberhasilan Kejaksaan Agung, khususnya Direktorat Tindak Pidana Khusus, dalam beberapa tahun terakhir telah mengganggu kepentingan para pelaku korupsi maupun mafia hukum.
Karena itu, momentum munculnya berbagai isu yang menyerang Febrie disebut berpotensi dimanfaatkan untuk membangun opini publik yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan.
“Ini merupakan upaya untuk membendung keberhasilan yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Prestasi besar tersebut coba digoyang melalui propaganda yang dibangun dalam waktu singkat,” katanya.
Kamilov juga menilai pola serangan balik seperti ini diduga bertujuan melemahkan semangat para penyidik agar tidak lagi agresif dalam mengusut perkara-perkara korupsi besar yang melibatkan aktor-aktor berpengaruh.
Menurutnya, cara paling efektif menjawab berbagai tudingan tersebut adalah dengan tetap menunjukkan konsistensi dalam penegakan hukum.
“Jika Kejaksaan mampu membuktikan setiap perkara secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang kuat hingga proses persidangan, maka kepercayaan publik akan semakin meningkat. Dengan demikian, berbagai upaya serangan balik itu pada akhirnya akan kehilangan pengaruhnya sendiri,” pungkas Kamilov.(edisi/jpnn)
Comment