Pastikan Program Pendidikan Menjangkau Wilayah Terluar, Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Wakatobi

WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (16/7/2027).

Kunjungan ini bertujuan memastikan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan benar-benar menjangkau wilayah kepulauan, termasuk masyarakat pesisir dan komunitas Suku Bajo.

Kegiatan diawali di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi. Di sana, Fajar menyapa langsung para peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, berdialog mengenai cita-cita, pentingnya menjaga kesehatan, serta sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suasana berlangsung sangat hangat saat ia ikut bernyanyi bersama para siswa, serta mengajak mereka membangun semangat belajar, hidup rukun, dan saling menghargai sejak hari pertama masuk sekolah.

“Sudah lama saya ingin datang ke Wakatobi. Selama ini daerah ini dikenal sebagai salah satu kawasan laut terindah di dunia. Namun, yang jauh lebih penting adalah memastikan anak-anak di sini mendapatkan layanan pendidikan yang setara dan bermutu,” ujar Fajar.

Menurutnya, peningkatan konektivitas menuju Wakatobi diharapkan tidak hanya menguntungkan sektor pariwisata, tetapi juga memperluas akses pendidikan, memperkuat kolaborasi, serta membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Wakatobi untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga meninjau langsung hasil revitalisasi SMP Negeri 1 Wangi-Wangi yang telah mendapatkan bantuan pemerintah sebesar Rp1,024 miliar pada Tahun Anggaran 2025. Ia menegaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan mutu pembelajaran, agar peserta didik dapat belajar dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola di Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-Wangi. Kedua sekolah ini menjadi pusat pendidikan bagi anak-anak dari komunitas Suku Bajo. Fajar meninjau proses kegiatan belajar mengajar, pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), serta kondisi sarana dan prasarana yang ada.

Saat melihat kondisi SD Maritim Mola, Fajar langsung menghubungi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, melalui sambungan telepon untuk meminta percepatan pelaksanaan revitalisasi sekolah tersebut. Langkah cepat ini disaksikan langsung oleh guru, kepala sekolah, dan para siswa, serta disambut antusias sebagai bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan di wilayah kepulauan.

Fajar menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan di wilayah kepulauan memerlukan pendekatan yang inklusif dan adaptif, terutama bagi masyarakat Suku Bajo yang memiliki kearifan lokal dan budaya maritim yang kuat.

“Anak-anak Suku Bajo memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Pendidikan harus hadir dengan cara yang menghargai budaya mereka, sekaligus membekali mereka dengan ilmu dan keterampilan untuk masa depan. Negara tidak boleh membiarkan satu pun anak Indonesia tertinggal hanya karena kondisi geografisnya,” tegasnya.

Selanjutnya, Wamendikdasmen mengunjungi SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi yang juga menerima banyak siswa dari komunitas Suku Bajo. Ia meninjau hasil revitalisasi sekolah senilai Rp1,5 miliar yang sebelumnya telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Fajar kembali menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengajaran agar manfaat pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan maksimal oleh para siswa.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus pengurus Sekolah Maritim Mola, Nurdin, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan ini. “Kami berharap perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak Suku Bajo terus berlanjut, agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Menutup kunjungan kerjanya, Fajar menyatakan bahwa kemajuan pendidikan di Wakatobi harus berjalan seiring dengan potensi besar daerah ini sebagai destinasi wisata dunia.
“Wakatobi telah dikenal dunia karena keindahan lautnya. Kini, tugas kita bersama memastikan anak-anak Wakatobi juga dikenal karena kecerdasan, karakter, dan prestasinya. Itulah makna sesungguhnya dari semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tutupnya.

Dalam kunjungan ini, Wamendikdasmen didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua, Bupati Wakatobi Haliana, Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo, jajaran Pemerintah Kabupaten Wakatobi, serta pimpinan Unit Pelaksana Teknis Kemendikdasmen di Sulawesi Tenggara.(**)

Comment