EDISIINDONESIA.id- Piala Dunia 2026 telah memasuki babak 16 besar, salah satu pertandingannya mempertemukan tuan rumah Kanada melawan Maroko. Laga ini akan digelar di Houston Stadium pada Minggu, 5 Juli 2026 dini hari, pukul 00.00 WIB.
Pertandingan ini diprediksi berjalan menarik. Sebab, Kanada hadir sebagai wakil tuan rumah, sementara Maroko datang sebagai tim terkuat dari benua Afrika yang kerap menciptakan kejutan.
Kanada berambisi melangkah sejauh mungkin dalam turnamen ini. Predikat sebagai tuan rumah tidak disia-siakan; setelah berhasil lolos dari fase grup, mereka juga menyingkirkan Afrika Selatan pada babak 32 besar. Hal serupa berlaku bagi Maroko, tim yang sejak menempati posisi keempat pada Piala Dunia 2022 di Qatar terus menunjukkan performa memukau dan sulit dihentikan sejak awal penyisihan grup kali ini.
Kanada Ingin Ukir Sejarah dan Balas Dendam
Bagi Kanada, pencapaian ini adalah sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam partisipasinya di Piala Dunia, tim ini berhasil melaju ke babak gugur. Di bawah asuhan pelatih Jesse Marsch, performa mereka terlihat semakin membaik dengan catatan dua kemenangan, satu kali imbang, dan satu kali kalah.
Kemenangan paling mengesankan diraih saat mengalahkan Qatar dengan skor telak 6-0 di fase grup, serta kemenangan dramatis 1-0 atas Afrika Selatan yang diraih di menit-menit akhir pertandingan.
Laga ini juga menjadi kesempatan bagi Kanada untuk membalas kekalahan di edisi sebelumnya. Pada Piala Dunia 2022, Kanada yang saat itu dilatih John Herdman harus takluk 1-2 dari Maroko dan terhenti di babak penyisihan.
Kini, mereka memiliki peluang untuk membalas, apalagi didukung keunggulan bermain di wilayah Amerika Serikat. Meskipun bertanding di Houston, Kanada tetap tampil agresif dan tercatat mencatat lebih dari 100 kali serangan di area pertahanan lawan saat melawan Afrika Selatan.
Maroko dalam Tren Tak Terkalahkan
Sementara itu, Maroko datang dengan rasa percaya diri yang tinggi setelah berhasil menyingkirkan tim unggulan Belanda melalui adu penalti. Mental juara dan permainan apik yang ditunjukkan oleh Ismael Saibari dan kawan-kawan menjadi senjata utama tim berjulukan Singa Atlas ini.
Kanada harus mewaspadai performa Maroko yang sedang memuncak. Tim ini belum pernah kalah dalam sembilan pertandingan terakhirnya, sejak dikalahkan Senegal pada babak final Piala Afrika 2025.
Kondisi Pemain dan Susunan Pemain
Dari sisi kekuatan tim, Kanada mendapatkan kabar baik. Pemain sayap andalan mereka, Alphonso Davies dari Bayern Munchen, sudah pulih dari cedera dan tampil sebagai pemain pengganti pada laga sebelumnya melawan Afrika Selatan. Ini menjadi penampilan pertamanya sejak Maret 2025. Pelatih Jesse Marsch masih mempertimbangkan untuk memainkannya sejak awal, meski posisi tersebut saat ini lebih difavoritkan diisi Richie Laryea.
Marsch juga memiliki opsi di lini serang, dengan persaingan ketat antara Jacob Shaffelburg dan Liam Millar di posisi sayap kiri, serta pilihan antara Promise David, Cyle Larin, dan Tani Oluwaseyi untuk mendampingi Jonathan David di lini depan.
Di kubu Maroko, sempat muncul kekhawatiran saat bek andalan Chadi Riad ditarik keluar saat melawan Belanda. Namun, pemain yang bermain untuk klub Crystal Palace itu telah pulih dan kembali berlatih penuh, sehingga dipastikan siap tampil.
Sebagai cadangan, tersedia Redouane Halhal dan Marwane Saadane. Secara keseluruhan, pelatih Mohamed Ouahbi diprediksi dapat menurunkan skuad dalam kondisi prima, termasuk penyerang andalan Ismael Saibari.(edisi/bola)
Perkiraan Susunan Pemain:
Kanada (4-4-2)
Crepeau; Johnston, Bombito, Cornelius, Laryea; Buchanan, Saliba, Eustaquio, Shaffelburg; David, Oluwaseyi
Pelatih: Jesse Marsch
Maroko (4-2-3-1)
Bono; Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui; El Aynaoui, Bouaddi; Diaz, Ounahi, El Khannouss; Saibari
Pelatih: Mohamed Ouahbi
Comment