15 Kolaborator, 1 Tujuan: Gerakan Cepat Turun Tangan Peduli Banjir Kendari

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kendari Turun Tangan bersama 15 kolaborator dari berbagai organisasi mahasiswa, komunitas sosial, organisasi paguyuban daerah, dan relawan bergerak cepat membantu warga terdampak banjir di Kota Kendari melalui aksi kemanusiaan bertajuk “Gerak Cepat Kolaborasi Turun Tangan Peduli.”

Gerakan kemanusiaan ini diprakarsai oleh Komunitas Kendari Turun Tangan dengan koordinator umum M. Sahrun Mubarak sebagai penggerak utama yang menyatukan berbagai elemen pemuda dalam aksi solidaritas untuk masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kendari.

Mengusung tema “15 Kolaborator, 1 Tujuan,” aksi tersebut menjadi simbol kuat kepedulian lintas organisasi tanpa memandang latar belakang kelompok maupun komunitas. Seluruh pihak hadir dengan satu tujuan yang sama, yakni membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah banjir.

Berbagai kegiatan dilakukan secara gotong royong, mulai dari penggalangan donasi, penyaluran bantuan sembako, evakuasi warga terdampak, hingga aksi penyelamatan di lokasi banjir yang turut didukung oleh tim Kendari Tanggap Bencana.

Koordinator umum gerakan, M. Sahrun Mubarak, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut lahir dari keresahan bersama melihat kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan cepat dan nyata.

“Kami percaya, ketika banyak tangan bersatu, maka harapan untuk masyarakat yang terdampak akan semakin besar. Ini bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana kita bisa hadir bersama untuk membantu saudara-saudara kita di tengah bencana,” ungkapnya, Rabu (13/5/2026).

Aksi kemanusiaan itu pun mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran para relawan di lokasi banjir dinilai mampu memberikan semangat baru bagi warga terdampak.

Tidak hanya membawa bantuan logistik, para kolaborator juga membawa pesan bahwa masyarakat Kendari tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini.

Gerakan “Turun Tangan Peduli” sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas pemuda dan kolaborasi lintas organisasi dapat menjadi kekuatan nyata dalam menghadapi situasi darurat.

Seluruh kolaborator berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban korban banjir sekaligus menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut bergerak membantu sesama. (**)

Comment