Tolak Pungli, Pedagang di ICP Konawe Diancam dan Dipermalukan di Tempat Umum

KONAWE, EDISIINDONESIA.id — Praktik premanisme dan pungutan liar (pungli) kembali mencuat di kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP), Kabupaten Konawe. Seorang pedagang mengaku menjadi korban intimidasi dan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum yang diduga pelaku pungli.

Korban bernama Annisa, yang juga berprofesi sebagai Wartawan Tribunnews, menuturkan insiden itu terjadi saat dirinya berada di area tersebut. Ia didatangi oleh seorang pria yang menanyakan terkait pemberitaan yang menyinggung praktik pungli yang selama ini terjadi.

“Dia menanya saya kenapa memberitakan soal pungli dengan nada tinggi dan keras, dilakukan di tempat ramai saat banyak orang lalu lalang,” ungkap Annisa, Senin (27/4/2026).

Perlakuan tersebut, lanjutnya, membuat dirinya merasa sangat tidak nyaman dan tertekan. Terlebih, tindakan itu dilakukan secara terang-terangan di ruang publik. Ia menilai hal tersebut merupakan bentuk pembungkaman dan intimidasi terhadap pedagang kecil yang hanya berusaha mencari nafkah secara halal.

“Kami ini hanya mencari uang, tapi justru diperlakukan seperti ini. Ini sangat meresahkan,” tambahnya.
Merespons hal tersebut, Annisa berharap aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian, segera turun tangan. Penertiban tegas dinilai sangat mendesak dilakukan untuk memberantas budaya premanisme dan pungli yang kian meresahkan masyarakat di lokasi tersebut.

“Kami berharap polisi bisa bertindak tegas. Jangan biarkan hal ini terus terjadi, kami ingin rasa aman kembali pulih,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi maupun keterangan resmi dari pihak terkait maupun pihak kepolisian mengenai insiden tersebut. Namun, masyarakat berharap ada langkah konkret demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di kawasan ICP.(**)

Comment