Ironi Balita Jadi Anak Jalanan di Perempatan UHO Kendari, GMNI Sebut Gegara Ketimpangan Ekonomi

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Keberadaan anak jalanan yang masih menjamur di perempatan lampu merah Universitas Halu Oleo (UHO) mendapat sorotan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kota Kendari, Minggu (12/4/2026).

Pasalnya, dilokasi tersebut kerap terlihat dua orang anak jalanan yang salah satunya melibatkan balita untuk meminta santunan kepada para pengendara ketika lampu merah.

Hal ini menjadi ironi, pasalnya anak seumuran balita seyogyanya mesti mendapatkan kasih sayang yang begitu besar di lingkungan keluarga, malah dipaksa untuk turun ke jalan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Mantan Ketua GMNI Cabang Kendari, Rasmin Jaya, mengatakan bahwa beberapa penyebab sehingga anak jalanan dan pengemis di Kota Kendari semakin meningkat, di antaranya faktor ketimpangan ekonomi, pengaruh lingkungan pergaulan, sehingga mendapatkan uang lebih muda.

‎”Di Kota Kendari sendiri ketika kita menyaksikan anak dengan muka lusuh dan berkeringat, sesekali lompat dan berlari dari pengendara yang satu ke pengendara lain berharap mendapatkan suaka dari simpati para pengendara. Harapannya bisa mendapat respon balik dari Pemkot apa lagi tak satu kali terjadi kecelakaan lalu lintas hingga mereka menjadi korban tabrak lari,” kata Rasmin.

‎Dalam lingkaran tekanan ekonomi tersebut, kondisi internal anak jalanan ini secara tidak langsung menuntut mereka untuk mencari uang.

‎”Ditengah tekanan ekonomi itu, kadang harus tinggal di dekat lampu merah, tak
‎sedikit ada bahaya begal, motor yang ugal-ugaan atau bahaya lainnya,” ujarnya.

Rasmin menegaskan, pemerintah kota (pemkot) kendari seharusnya memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini. Menurutnya, anak-anak jalanan yang berjuang membantu ekonomi keluarga perlu mendapatkan akses bantuan sosial maupun peluang pekerjaan yang lebih layak dan aman.

“Sudah saatnya kita berhenti dari euforia semata dan mulai bertanya, apakah kita benar-benar berupaya mensejahterakan rakyat atau hanya sekadar menggugurkan tanggung jawab,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, fenomena keberadaan anak jalanan tak kunjung berhenti di perempatan Universitas Halu Oleo (UHO), Kamis (9/4/2026).

Berdasarkan pantauan media ini sekitar pukul 20.49 WITA, terlihat dua orang anak meminta santunan kepada pengendara di perempatan UHO pada saat lampu merah.

Dua anak tersebut merupakan laki-laki balita dan perempuan usia pramaja. Ditengah banyaknya kendaraan, balita itu terlihat memegang sebuah dos untuk penitipan sumbangan sembari dituntun dari belakang.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat usia balita yang masih sangat rentan berada di tengah lalu lintas yang ramai dan berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Selain itu, fenomena ini juga mencerminkan masih adanya persoalan sosial yang belum terselesaikan di wilayah Kendari. Kemudian, belum terlihat adanya penanganan langsung dari pihak terkait di lokasi kejadian. (**)

Comment