BUTENG, EDISIINDONESIA.id – Suasana mencekam menyelimuti area depan kantor balai adat, Desa Tolandona, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah, Rabu (25/2/2026) malam.
Sekelompok warga melakukan aksi protes dengan membakar ban dikarenakan tidak setuju atas peniadaan acara joget dimalam puncak acara adat Kande-Kandea.
Diketahui, acara adat tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun belakangan ini, yakni sepekan pasca lebaran Idul Fitri. Kande-Kandea ini dilaksanakan pada sore hari dan dilanjutkan dengan acara hiburan malam hingga sampai keesokannya.
Kasi Humas Polres Buton Tengah IPTU Tharim membenarkan adanya aksi protes tersebut.
“Untuk lebih jelasnya aksi protes dengan hasil yang menyatakan tidak adanya acara joget pada saat pelaksanaan acara adat kande-kandea Tolandona,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Peniadaan acara joget tersebut bagian dari intruksi Bupati Buton Tengah, Azhari, untuk menjaga marwah nama ulama besar Sangia Wambulu yang juga imam masjid agung keraton Buton.
Meski demikian, aksi protes yang berlangsung dimalam hari tersebut terpantau dalam situasi kondusif.
“Sejak aksi yang dilakukan semalam situasi tetap kondusif,” tutupnya.(**)
Comment