Jangan Asal Gerak! Ini Aturan Olahraga Setelah Sahur Agar Tak Lemas

EDISIINDONESIA.id – Sahur merupakan salah satu aktivitas penting di bulan puasa. Pasalnya, sahur adalah waktu makan terakhir sebelum menjalani ibadah puasa seharian penuh.

Setelah sahur dan melaksanakan rangkaian ibadah, banyak orang ingin tetap produktif dan bugar. Salah satu cara yang kerap dipilih adalah berolahraga di pagi hari. Namun, tidak semua jenis olahraga aman dilakukan setelah sahur.

Kondisi tubuh yang akan berpuasa seharian perlu dijaga agar tetap kuat dan tidak mudah lemas. Karena itu, olahraga setelah sahur harus dilakukan dengan strategi yang tepat.

Tips Olahraga Aman Setelah Sahur

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar olahraga setelah sahur tetap aman dan tidak mengganggu puasa.

1. Pastikan Tubuh Terhidrasi

Hal utama yang perlu dipastikan adalah tubuh terhidrasi dengan baik. Setelah olahraga, Anda tidak bisa langsung minum karena harus berpuasa.

Karena itu, penuhi kebutuhan cairan saat sahur. Minumlah air putih yang cukup agar tubuh tidak mudah lemas akibat dehidrasi setelah berolahraga. Hindari minuman terlalu manis karena bisa menimbulkan rasa haus berlebihan setelah aktivitas fisik.

2. Jangan Terlalu Kenyang

Menurut Dr. Rizal Fadli dikutip dari Halodoc, olahraga dengan perut yang terlalu kenyang dapat menyebabkan kram perut, mual, hingga muntah.

Berikan jeda waktu antara makan sahur dan olahraga. Jangan memaksakan diri berolahraga jika perut masih terasa penuh. Tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan sebelum digunakan untuk aktivitas fisik.

3. Pilih Olahraga yang Ringan

Olahraga setelah sahur sebaiknya bersifat ringan dan low impact.

Jika memiliki sepeda di rumah, bersepeda santai bisa menjadi pilihan. Tidak perlu terlalu cepat, cukup dengan ritme pelan dan santai. Hindari medan berat seperti tanjakan agar tubuh tidak memompa keringat secara berlebihan.

Selain itu, jalan santai juga menjadi opsi yang mudah dan praktis. Anda bisa berjalan di sekitar rumah atau lingkungan yang masih sejuk dan relatif sepi di pagi hari. Aktivitas ini membantu tubuh tetap segar tanpa menguras tenaga.

4. Olahraga dengan Waktu yang Singkat

Durasi olahraga setelah sahur sebaiknya tidak terlalu lama. Cukup 10–30 menit dengan intensitas ringan.

Tujuannya bukan membakar kalori besar-besaran, melainkan menjaga tubuh tetap aktif dan bugar. Jangan sampai olahraga justru membuat energi terkuras sebelum menjalani puasa seharian.

5. Perhatikan Keringat yang Keluar

Pastikan keringat yang keluar tidak terlalu banyak. Tanpa disadari, jika terlalu bersemangat, intensitas olahraga bisa meningkat dan menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.

Padahal cairan yang hilang tidak bisa langsung digantikan. Akibatnya, risiko dehidrasi saat puasa menjadi lebih besar.

Waktu Terbaik Berolahraga Saat Ramadan

Melansir dari Women’s Health, Dr Sayyada Mawji menyebut bahwa waktu terbaik untuk berolahraga adalah sebelum berbuka puasa atau di antara waktu berbuka dan sahur sebelum memulai puasa berikutnya.

Namun demikian, olahraga ringan yang tidak membutuhkan banyak tenaga tetap boleh dilakukan setelah sahur, selama memperhatikan kondisi tubuh.

Dr Sayyada Mawji juga menegaskan bahwa Ramadan sebaiknya menjadi waktu untuk menjaga kebugaran, bukan mencoba program olahraga baru yang intens dan berat.

Tips Makan Sahur yang Bernutrisi

Agar tubuh kuat berolahraga ringan dan tetap stabil selama puasa, asupan sahur harus diperhatikan.

Ahli gizi pemenang penghargaan, Dr Kawther Hashem, menjelaskan pentingnya menggabungkan makanan berserat tinggi dan sumber protein berkualitas selama Ramadan.

Makanan berserat tinggi dicerna lebih lambat sehingga energi dilepaskan secara perlahan. Ini membantu menjaga kadar glukosa darah tetap stabil dan mencegah rasa lapar datang terlalu cepat.

Pilihan makanan tinggi serat antara lain:

– Gandum

– Sereal

– Biji-bijian gandum utuh

– Beras merah

– Kacang-kacangan

– Kentang dengan kulitnya

– Sayuran seperti kacang hijau

– Buah-buahan, termasuk buah kering

Makanan tersebut sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein seperti susu, yoghurt, kacang-kacangan, ikan, atau daging.

Kombinasi serat dan protein akan membantu menjaga tingkat glukosa darah tetap stabil sehingga Anda tidak mudah merasa lapar maupun lemas.

Olahraga setelah sahur memang bisa meningkatkan produktivitas dan membuat tubuh terasa lebih segar.

Pikiran menjadi lebih jernih, dan energi terasa lebih terarah. Namun ingat, setelahnya Anda tetap harus menjalani puasa seharian penuh.

Kelola waktu, durasi, dan jenis olahraga dengan bijak agar Ramadan menjadi momen menjaga kebugaran, bukan justru menguras stamina.(edisi/pojoksatu)

Comment