KOLAKA, EDISIINDONESIA.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gempa tektonik dengan magnitudo 4,2 terjadi di wilayah Wundulako, Kabupaten Kolaka pada Minggu 15 Mei 2022, pukul 06:42:04 WITA pagi.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi gempa bumi ini berkekuatan M=4.2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4.11 LS, 121.64 BT, atau tepatnya berlokasi di Darat pada jarak 4.2 km, BaratLaut Wundulako, Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 4 km,” kata Rudin, Kepala Stasiun Geofisika Kendari.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kolaka di BaratLaut Wundulako, Kolaka.
“Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di Kolaka Timur II MMI, Kolaka III MMI. II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang), III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” timpalnya.
Hingga pukul 07.05 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kemudian masyarakat juga diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tutup Rudin.
Sementara laporan dari masyarakat menyebut gempa ini terasa cukup kuat di Kecamatan Kolaka dan Kecamatan Baula. Gempa juga dirasakan hingga Kabupaten Kolaka Timur.
“Di Kolaka Kota (Kecamatan Kolaka) terasa sekali. Cuma beberapa detik tapi terasa sekali,” ujar salah satu warga bernama Imran.
“Koltim terasa juga getarannya,” kata Andi, warga Kolaka Timur. (**)
Comment