Natalius Pigai Tanya Maksud Ruhut Unggah Foto Anies Berbaju Adat Papua

Eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai.

EDISIINDONESIA.com – Eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mempertanyakan maksud politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenakan pakaian adat Papua di media sosial.

Dimana postingan Ruhut di akun Twitternya menjadi sorotan banyak pihak.

“Saya ingin pertanyakan apa maksud postingannya. Khususnya pakaian Papua,” ujar mantan Komisioner Komnas HAM tersebut dikutip Jumat (13/5/2022).

Tak hanya itu, Pigai juga mempertanyakan kebenaran foto tersebut. Jika foto tersebut merupakan hasil editan, maka dia menilai itu sudah termasuk sebagai bentuk penghinaan.

“Apakah itu benar foto Pak Anies atau bukan? Kalau editan atau diedit maka ada makna blasphemy (atau) penghinaan,” katanya.

Terkait foto yang diunggahnya, Ruhut Sitompul menyebut bukan dirinya yang membuat. Namun, dia mendapatkannya dari media sosial.

Foto Anies Baswedan menggunakan pakaian adat Papua kemudian diunggahnya melalui Twitter. Sehingga, Ruhut membantah jika dirinya membuat hoax foto Anies Baswedan.

“Itu gambar bukan aku yang bikin, bukan aku yang hoax,” tuturnya, Kamis (12/5/2022).

Diceritakannya, saat itu ia secara tidak sengaja melihat foto Anies Baswedan pakai koteka saat membuka Twitter.

“Jadi aku mau bilang, di Twitter aku masuk gambar kek gitu, aku jadi ingat, bagaimana selama ini termasuk kalian media.”

“Pertama, dia (Anies Baswedan) keturunan dari Timur Tengah, Yaman. Betul enggak bos?” ujar Ruhut.

Dia juga menyinggung soal pengakuan Anies yang menyebut dirinya sebagai orang Jawa dan Yogyakarta tulen.

Selanjutnya, beredar foto Anies Baswedan berpakaian adat Papua di media sosial.

Sebaliknya, Ruhut menyatakan bahwa apa yang dicuitkannya soal Anies Baswedan itu bernada positif.

“Aku kan bagus kata-katanya, kata orang Betawi namanya usahe, ya namanya usaha mau calon presiden, mau dia bilang dia adalah suku yang ada di Indonesia ini semua biarin aja, nanti kan kembali gimana rakyat memilih,” tandasnya. (**)

Sumber: FIN.co.id

Comment