KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebanyak 30 pelaku usaha ekonomi kreatif di Kota Kendari mengikuti Pelatihan Strategi Pemasaran Digital 2025.
Peserta berasal dari berbagai subsektor, seperti kuliner, fashion, kriya, fotografi, hingga seni pertunjukan.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawaty, menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital, mengoptimalkan penggunaan media sosial dan marketplace, serta memperluas akses pasar produk ekonomi kreatif hingga tingkat nasional dan global.
Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa ruang digital adalah pasar besar yang harus dimanfaatkan.
Ia menyebut, dari lebih 200 juta pengguna internet di Indonesia, sekitar 170 juta aktif di media sosial, yang menjadi peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif.
Menurutnya, Kendari memiliki potensi ekonomi kreatif yang beragam, mulai dari kuliner berbasis kekayaan laut, tenun tradisional, kerajinan tangan, hingga karya digital anak muda.
“Semua ini bisa menjadi identitas sekaligus kekuatan ekonomi Kota Kendari, tetapi harus dikemas dan dipasarkan dengan strategi yang tepat,” ujarnya.
Sudirman juga menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai lokomotif pembangunan daerah.
Ia menyebut dukungan akan terus diperkuat agar pelaku usaha bisa mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.(**)
Comment