BUTUR, EDISIINDONESIA.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Buton Utara (Butur) bersama Pemerintah Desa Wasalabose dan masyarakat setempat menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan Benteng Kulisusu pada Jumat, (18/7/2025).
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dalam menjaga dan merawat kelestarian situs bersejarah yang menjadi identitas dan kekayaan Buton Utara.
Ketua TP-PKK Butur, Emi Afirudin, menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan pelestarian Benteng Kulisusu.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berkesinambungan sebagai upaya pemajuan kebudayaan daerah. Hal ini sejalan dengan visi, misi, dan program pemerintah.
Senada dengan hal tersebut, tokoh adat Kulisusu, Laode Herman Iskandar, mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam merawat situs bersejarah tersebut sebagai bagian penting dari jati diri daerah.
Ia berharap aksi gotong royong ini dapat menggugah kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Benteng Kulisusu.
Kerja bakti melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah setempat, pemangku adat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta pelajar SMA dan SMP.(**)
Butur dan Warga Bersihkan Situs Bersejarah Benteng Kulisusu
BUTUR, EDISIINDONESIA.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Buton Utara (Butur) bersama Pemerintah Desa Wasalabose dan masyarakat setempat menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan Benteng Kulisusu pada Jumat, (18/7/2025).
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dalam menjaga dan merawat kelestarian situs bersejarah yang menjadi identitas dan kekayaan Buton Utara.
Ketua TP-PKK Butur, Emi Afirudin, menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan pelestarian Benteng Kulisusu.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berkesinambungan sebagai upaya pemajuan kebudayaan daerah. Hal ini sejalan dengan visi, misi, dan program pemerintah.
Senada dengan hal tersebut, tokoh adat Kulisusu, Laode Herman Iskandar, mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam merawat situs bersejarah tersebut sebagai bagian penting dari jati diri daerah.
Ia berharap aksi gotong royong ini dapat menggugah kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Benteng Kulisusu.
Kerja bakti melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah setempat, pemangku adat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta pelajar SMA dan SMP.(**)
Comment