Antam Kolaka Gerak Cepat Bantu Warga Korban Kebakaran di Pomalaa

KOLAKA, EDISIINDONESIA.id – gerak cepat yang dilakukan oleh perusahaan PT Antam Tbk UBP Nikel Kolaka untuk membantu warga Jalan Sunu Kelurahan Dawi-dawi Kecamatan Pomalaa, yang terjadi pada 6 Juli kemarin sekitar pukul 03.30 wita.

Hal itu disampaikan staf Corporate Social Responsibility (CSR) & External Relation Antam Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel Kolaka, Arwinsyah dalam siaran persnya kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Arwinsyah menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi di waktu subuh itu menghanguskan sedikitnya 13 rumah warga dan tiga unit kendaraan roda dua. Bantuan gerak cepat yang dilakukan oleh perusahaan Antam Kolaka untuk membantu warga korban kebakaran dilakukan oleh Tim Emergency Response Group(ERG) Antam UBP Nikel Kolaka.

“Setelah memperoleh informasi dari masyarakat, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi kebakaran. Yang diketahui pertama kali oleh seorang pemilik rumah ibu Basma(40), sekitar pukul 03.30 Wita,” jelas Arwinsyah.

Dikatakannya bahwa upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari dua unit mobil pemadam milik Antam, tim pemadam kebakaran dari Pemda Kolaka dan mobil pemadam perusahaan yang ada di Kecamatan Pomalaa, dan apai dapat dipadamkan sekitar 2,5 jam.

Warga yang rumahnya terbakar kata Aewinsyah saat ini telah ditampung sementara di Kompleks Camat Pomalaa dan tim BPBD Kabupaten Kolaka juga mendirikan tenda di sekitar wilayah yang terdampak kebakaran. Selain aksi cepat tim ERG Antam Kolaka untuk memadamkan kebakaran, tim CSR & ER UBP Nikel Kolaka juga telah bergerak untuk membantu korban kebakaran dengan distribusi kebutuhan pokok.

Pendistribusian kebutuhan pokok ke tenda-tenda kata Aewinsyah dipimpin langsung oleh Anggoro Dwi Saputro selaku Community Development Work Unit Head bersama tim.

“Semoga bantuan beberapa kebutuhan pokok ini dapat meringankan saudara kita yang terkena musibah kebakaran dan menjadi pelajaran bagi warga masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menghadapi bencana yang tidak diinginkan,” ungkap Anggoro. (**)

Comment