Seorang WBP Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Rutan Raha

Plt Kepala Rutan Kelas IIB Raha, Saibuddin. (Foto: Andik/EI)

MUNA, EDISIINDONESIA.com – Salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Raha menjemput takdir kematiannya ketika sedang menjalani masa tahanan.

MA (almarhum) yang merupakan terpidana kasus narkoba tersebut, menghembuskan napas terakhir, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raha, Minggu (24/4/2022), setelah sebelumnya mendapat perawatan medis, pada Sabtu (23/4/2022) malam.

Plt Kepala Rutan Raha, Saibuddin turut mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya WBP itu. Kata dia, setiap WBP dianggap anak sendiri, sehingga mengenai perawatan, penjagaan mulai dari makanan hingga kesehatan merupakan bagian dari tugas pokok Rutan terhadap narapidana.

Menurutnya, almarhum didiagnosis mengidap penyakit maag dan pusing, yang dibuktikan dengan rekam medic yang bersangkutan.

Sebelum dilarikan ke RS, malam itu almarhum sedang mencuci omprengan miliknya, namun tiba-tiba MA terbaring dan kejang-kejang.

“Malam itu juga, almarhum langsung dilarikan ke RS Raha, agar segera mendapat pertolongan. Tetapi takdir berkata lain, esok harinya, almarhum dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Saibuddin, Senin (25/4/2022).

Dia menegaskan, MA meninggal, murni akibat penyakit yang ia derita, bukan karena faktor lain, apalagi mendapat perlakuan kekerasan.

“Tidak ada perlakuan kekerasan fisik.” tegasnya.

Saibuddin menambahkan, pihak Rutan dalam melakukan tugas pokok perawatan yang menyangkut hak-hak kesehatan, kepada warga binaan tidak main-main.

Bahkan, petugas khusus jabatan fungsional tertentu untuk tenaga medis di Rutan berjumlah 6 orang.

“Jadi kita pastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal. Petugas kesehatan tidak hanya menunggu di klinik, tetapi juga melalui door to door, mengunjungi blok atau kamar setiap WBP, untuk di cek kesehatannya,” katanya.

“Ketika ditemukan ada yang sakit, maka langsung mendapat penanganan dan berkoordinasi dengan pihak kedokteran. Kalau misalnya butuh penindakan lebih lanjut atau rujukan maka akan dirujuk, namun ketika hanya perlu diberikan obat, yah kita berikan obat. penanganan kesehatan di Rutan Raha sesuai SOP. Namun almarhum, malam itu langsung di bawa ke RS, tanpa menunggu lagi pihak dokter, karena ini emergency, butuh penanganan segera,” jelasnya. (**)

Comment