30 Menit Hujan Rumah di Jalan Pattimura Kendari Terendam Lumpur, Warga Kesal, Developer Tak Peduli

KENDARI, EDISIINDONESIA.id– Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari selama 30 menit saja sudah cukup untuk memicu banjir lumpur yang merendam rumah warga di Jalan Pattimura, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu.

Warga setempat, Dika (27), mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia khawatir jika hujan berlangsung lebih lama, kerusakan yang terjadi akan semakin parah.

“Hanya 30 menit saja ini sudah begini, banjir dan lumpur. Bagaimana kalau lama hujannya,” ujar Dika.

Banjir lumpur tidak hanya menggenangi halaman rumah, tetapi juga merangsek masuk ke dalam rumah dan merusak sejumlah fasilitas.

Dika mengungkapkan rasa frustrasinya karena kejadian ini sudah berulang kali terjadi dan tidak ada solusi yang konkret dari pihak terkait.

“Kasian kami ini, mau mengadu lagi ke mana. Ini parah sekali mi,” sesalnya.

Dika meyakini bahwa banjir lumpur yang terjadi di wilayahnya disebabkan oleh kerusakan lingkungan akibat penggundulan hutan dan pembukaan lahan untuk pembangunan perumahan, khususnya BTN.

Ia menuding developer sebagai pihak yang bertanggung jawab atas permasalahan ini.

“Sejak ini BTN masuk, semua dampaknya ke kami,” tambahnya.

Dika merasa putus asa karena berbagai upaya yang telah dilakukan, seperti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Kendari dan para developer, tidak membuahkan hasil. Ia merasa diabaikan dan terus menjadi korban banjir saat musim hujan tiba.

Kejadian ini menjadi sorotan penting dan memprihatinkan. Perlu adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan banjir di wilayah tersebut.

Selain itu, penting untuk meninjau kembali izin pembangunan perumahan dan memastikan bahwa developer bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Warga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan mereka tidak lagi menjadi korban banjir yang berulang.(**)

Comment