Optimalisasi Pengelolaan Sampah, BUMDesa Beringin Kolut Manfaatkan Aset Desa

BUMDesa Beringin memanfaatkan aset desa yakni sebuah mobil Pick Up untuk mendukung aktifitas pengelolaan sampah. (Foto: Reno/EI)

KOLUT, EDISIINDONESIA.com – Berbicara mengenai sampah mungkin belum semua menyadari bahwa kita memproduksinya setiap hari.

Sebagai gambaran dalam angka, mengacu hasil analisis atas data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2020 lalu, diperkirakan bahwa setiap orang di Indonesia memproduksi sampah sebesar 0,68 kilogram sampah per hari.

Pengelolaan sampah yang belum maksimal tidak hanya berdampak pada permukiman warga, namun juga menjadi petaka bagi aliran sungai yang berada di perkotaan maupun pedesaan padat penduduk.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Desa Beringin, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) telah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) yang salah satu fungsinya adalah pengelolaan sampah di desa tersebut.

BUMDesa yang diberi nama Beringin itu telah mengolah sampahnya sendiri. Sebagai langkah inovasi BUMDes tersebut memanfaatkan aset desa yakni sebuah mobil Pick Up untuk mendukung aktifitas BUMDesa.

Kepala Desa Beringin, Abdul Rahman, melalui Sekertatis Desa Andi Muhammad Isaq menjelaskan mobil Pick Up pemuat sampah ini diusulkan oleh pengurus BUMDesa.

“Mobil sampah yang diusulkan oleh BUMDesa hanya untuk mengangkut sampah milik warga Desa Beringin saja, ini salah satu langah kreatif pengurus BUMDesa agar sampah yang ada di lingkup desa diangkut menggunakan mobil ini,” ucapnya, Kamis (3/3/2022).

Lanjut Isaq, mobil yang digunakan merupakan mobil peninggalan kepala desa sebelumnya menjabat.

“Mobil tua ini kami perbaiki lalu kami serahkan ke BUMDesa agar bisa mengoprsikan dengan baik dan menambah pendapatan desa, kami coba bagaimana Desa Beringin bisa mandiri dan memanfaatkan aset milik desa dan bisa menambah PAD desa,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya intens berkordinasi kepada BUMDesa untuk pngembangan pengelolaan sampah tersebut.

“Berhubung saat ini kita masih dalam masa COVID-19 sehingga minimnya anggaran alokasi dana desa. Saya berharap kepada pengurus BUMDesa yang sekarang bertambah usahanya bisa menjaga aset desa dan memanfaatkan mobil sampah untuk menambah pendapatan desa, tak hanya menambah PAD, mungkin saja bisa menambah tenaga kerja di Desa Deringin,” tutupnya. (**)

Comment