Miris! Bantu Korban Kecelakaan, Pengendara Truk di Wakatobi Malah Ditersangkakan

Reka ulang kecelakaan tunggal digelar Sat Lantas Polres Wakatobi di tempat kejadian, Selasa (1/3/2022). (Foto: Nuriaman/EI)

WAKATOBI, EDISIINDONESIA.com – Nasib sial menimpa seorang sopir truk asal Kelurahan Mandati 2, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Musrifin (27).

Niat hati membantu seorang korban kecelakaan tunggal malah ditetapkan sebagai tersangka penabrakan.

Kecelakaan itu terjadi pada 30 Desember 2021 sekitar pukul 16.00 WITA.

Dijelaskan Musrifin, korban warga Desa Waha, Kecamatan Wangi-wangi yang terakhir ia ketahui bernama Wa Tima jatuh saat mengendarai sepeda motor tepat di perempatan Bente, Lingkungan Lesa’a 2, Kecamatan Wangi-wangi.

Saat itu, Musrifin datang dari arah barat menuju timur mengendarai sebuah mobil truk.

Sekitar 15 meter melewati jalan permpatan Bente, tiba-tiba dia dikejutkan oleh teriakan salah seorang warga melihat korban kecelakaan.

Sontak ia melihat kearah belakang melalui kaca spion dan juga menyaksikan korban sudah tergelatak tak sadarkan diri.

Dengan buru-buru Musrifin memarkir mobilnya lalu turun dengan maksud membantu mengangkat korban serta ikut mengantar ke Rumah sakit. Sayangnya, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Atas kejadian itu, Musrifin menerima surat panggilan dari pihak kepolisian dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penabrakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Kasus ini terus bergulir. Bahkan telah digelar Reka Ulang dilokasi kejadian, Selasa (1/3/2022) dihadiri langsung para saksi mata, tersangka dan keluarga serta pihak kejaksaan negeri setempat.

Dikonfirmasi saat reka ulang, Saksi mata Wa Sabaria mengatakan, saat kejadian ia berada di teras depan rumahnya berada tak jauh dari lokasi kecelakaan.

Dia menyaksikan langsung korban tiba-tiba terjatuh bersama sepeda motor yang dikendarainya.

“Saat itu saya angkat pakaian (jemuran), saya lihat ibu-ibu itu jatuh sendiri tepat di perempatan. Saya tidak lihat mobil. Ibu itu jatuh sendiri,” jelasnya.

Hal yang sama diutarakan saksi lainnya, Wa Saari. Dijelaskan dia, korban saat itu melaju dari arah timur. Tepat di perempatan tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri.

“Saya melihat langsung dia jatuh. Mobil truk itu sudah jauh melewati perempatan sebelum kejadian. Mobil itu tidak menabrak,” akunnya.

Sementara itu Ma’ruf, warga setempat mengaku melihat korban saat sudah tergeletak.

“Kalau waktu tabrakan saya tidak lihat. Saya lihat saat korban susah tergeletak,” tambahnya.

Dikonfirmasi, tersangka mengatakan tidak ada satupun kendaraan yang melintas saat mobil yang ia kendarai melewati perempatan tersebut.

“Saya lewat tidak ada motor yang mau menyeberang jadi saya lurus saja dari arah Topa menuju Mandati. Saya tau ada yang jatuh dari salah seorang warga yang berteriak. Dari spion juga saya lihat langsung saya turun lari mau membantu tapi sudah ada warga yang angkat,” tuturnya.

“Setelah itu ada orang yang menelpon keluarga korban bahwa saya yang menabrak. Setelah itu saya ikut mengantar ke Rumah Sakit,” tambahnya.

Dia berharap pihak berwajib agar mempertimbangkan satatusnya sebagai tersangka karna kejadian itu murni kecelakaan tunggal.

Ayah tersangka, La Ode Lai Bari berharap anaknya tidak ditahan.

“Harapan saya anak saya tidak di tahan. Karna posisinya ini saksi yang kita usulkamn tiga orang tapi hanya satu orang yang di terima keterangannya oleh polisi,” harapnya. (**)

Comment